
IKN, detikborneo.com – Jumat, 21 November 2025 — Momen bersejarah terjadi di Ibu Kota Nusantara (IKN) hari ini ketika dua tokoh tertinggi Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) hadir bersama di Istana Presiden IKN. Kehadiran mereka menegaskan dukungan kuat masyarakat Dayak terhadap pembangunan dan visi besar IKN sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.
Kedua tokoh tersebut adalah Dr. Drs. Marthin Billa, MM, Presiden MADN ke-3 periode 2021-2026 sekaligus anggota DPD RI/MPR RI dapil Kalimantan Utara, dan Dr. Agustin Teras Narang, S.H., M.H., Presiden MADN pertama sekaligus anggota DPD RI/MPR RI dapil Kalimantan Tengah. Pertemuan kedua pemimpin ini menjadi simbol persatuan dan solidaritas masyarakat Dayak di tengah momentum penting pembangunan nasional.
Kehadiran dua Tokoh Utama MADN
Kehadiran kedua Presiden MADN di Istana Presiden IKN bukan sekadar formalitas, melainkan memiliki makna historis. Bapak Marthin Billa menegaskan, persatuan masyarakat Dayak menjadi kunci untuk mendukung kelancaran pembangunan ibu kota baru. Sementara itu, Bapak Agustin Teras Narang menyampaikan rasa bangganya melihat generasi muda Dayak turut ambil bagian dalam proses pembangunan bersejarah ini.

BACA JUGA : Presiden MADN Buka Rakernas III dan Lakonas Sekaligus HUT ke-2 LPDN di Jakarta
“Kehadiran kami bersama hari ini merupakan simbol bahwa masyarakat Dayak bersatu, mendukung sepenuhnya pembangunan IKN, dan siap berperan aktif dalam sejarah bangsa ini,” ujar Bapak Marthin Billa.
Pertemuan berlangsung di ruang megah berkapasitas sekitar 1.000 orang, mencerminkan skala dan kemegahan pusat pemerintahan baru Indonesia. Seluruh material bangunan yang digunakan berasal dari dalam negeri, dan pengerjaan dilakukan oleh putra-putri asli Indonesia, menegaskan komitmen nasional dan kebanggaan seluruh masyarakat, termasuk masyarakat Dayak.
Otorita IKN Paparkan Perkembangan Terbaru
Dalam kesempatan yang sama, dua Presiden MADN menerima paparan langsung dari Kepala Otorita IKN, Dr. Basuki Hadimulyono, mengenai perkembangan pembangunan fisik maupun non-fisik di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN.
Menurut Pak Bas, sejumlah proyek utama telah menunjukkan progres signifikan, menegaskan komitmen pemerintah menghadirkan pusat pemerintahan yang modern, fungsional, dan berkelanjutan. Perkembangan Proyek Utama. Beberapa proyek penting telah rampung atau hampir selesai, antara lain
Gedung Kementerian dan Kementerian Koordinator: tahap penyelesaian akhir, interior dan fasilitas penunjang sedang dipasang.
Perumahan Menteri: selesai sepenuhnya, siap dihuni, menampilkan desain modern dan ramah lingkungan.
Rusun ASN: hampir selesai, memastikan hunian layak dan dekat dengan pusat pemerintahan.
Istana Presiden: telah selesai, menjadi simbol kemegahan dan keberlangsungan pemerintahan baru.
Istana Wakil Presiden: ditargetkan selesai pada tahun 2025, melengkapi komplek kepresidenan IKN.
“Setiap proyek ini tidak hanya menunjukkan kemajuan fisik, tetapi juga wujud nyata kesiapan IKN menjadi pusat pemerintahan yang representatif,” ujar Bapak Basuki. Selain itu, sejumlah proyek yang mulai dibangun pada 2024–2025 menunjukkan progres signifikan:
Gedung Legislatif (MPR, DPR, DPD): pembangunan fondasi dan struktur utama sedang berlangsung.
Gedung Yudikatif (MK, MA, Mahkamah Yudisial, Kejaksaan Agung): desain modern dan fasilitas mendukung sistem peradilan digital.
Tender proyek telah selesai, dan seluruh proyek ditarget rampung pada triwulan pertama 2028, agar lembaga pemerintahan bisa mulai menempati gedung baru sesuai jadwal.
Target Kepindahan Pemerintahan dan Tonggak Sejarah
Rencana resmi pemerintah menargetkan seluruh lembaga pusat mulai berkantor di IKN pada tahun 2028, menandai perpindahan pusat administrasi dari Jakarta ke Nusantara. Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-83 pada 17 Agustus 2028 direncanakan akan dilaksanakan di IKN sebagai simbol kesiapan ibu kota baru dalam menyelenggarakan acara nasional dan menunjukkan wajah baru Indonesia di era modern.
“Kami membangun kota ini untuk generasi mendatang, memastikan IKN menjadi kota yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan siap menampung seluruh dinamika pemerintahan,” ujarnya.
Fasilitas Pendukung dan Infrastruktur
Selain proyek inti, fasilitas pendukung terus berkembang:
Rumah sakit: beberapa telah selesai dibangun, siap melayani masyarakat dan pegawai pemerintah.
Hotel dan perbankan: mulai beroperasi, mendukung mobilitas ASN, tamu resmi, dan investor.
Infrastruktur jalan: pelebaran dan pembangunan jalan dipacu untuk memudahkan akses antar kawasan IKN.
Bandara IKN: landasan pacu sepanjang 3.000 meter siap mendukung penerbangan, menunggu pengoperasian resmi oleh Kementerian Perhubungan.Seluruh fasilitas ini dirancang untuk mendukung kegiatan pemerintahan, bisnis, dan kesejahteraan masyarakat, sehingga IKN menjadi kota nyaman dan modern.
Pembangunan Non-Fisik: Pemberdayaan Masyarakat dan SDM
Selain pembangunan fisik, aspek non-fisik menjadi prioritas:
Pelatihan keterampilan bagi masyarakat lokal untuk mendukung sektor pekerjaan di IKN.
Pendidikan dan pengembangan kapasitas SDM, agar masyarakat sekitar dapat berperan aktif dalam pembangunan nasional.
Kegiatan budaya dan penyuluhan untuk memastikan identitas lokal tetap terjaga di tengah modernisasi ibu kota.
Seruan Persatuan dan Dukungan Masyarakat Dayak
Kedua Presiden MADN menyerukan persatuan masyarakat Dayak dalam mendukung pembangunan IKN. Marthin Billa menegaskan, “Kita semua adalah bagian dari sejarah ini. Mari kita dukung IKN dengan sepenuh hati dan tanggung jawab.”MADN mengajak masyarakat Dayak untuk:
Mendukung pembangunan IKN secara aktif; Menjaga komitmen sejak awal;
Tetap menjadi penjaga alam, budaya, dan tradisi lokal;Menjadi teladan persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air.
Pembangunan IKN bukan hanya soal infrastruktur, tetapi membangun identitas, budaya, dan kontribusi nyata bagi bangsa. Partisipasi masyarakat adat menjadi kunci kesuksesan proyek nasional ini dan bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa.
Sumber berita: Sekretariat Majelis Adat Dayak Nasional (MADN)





