
Pontianak, detikborneo.com – Perayaan Open House Natal yang digelar Drs. Yakobus Kumis, M.H., Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), di kediamannya pada 26 Desember 2025, berlangsung penuh kehangatan dan sarat pesan kebangsaan, iman, serta kepedulian terhadap masa depan bangsa.
Sejumlah pejabat dan tokoh penting Kalimantan Barat tampak hadir, di antaranya Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, M.H., M.M., Kapolda Kalbar Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. beserta Pejabat Utama Polda Kalbar, Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, S.E., M.Si, Wali Kota Pontianak Ir. H. Edi Rusdy Kamtono, M.T., M.M., Wakil Bupati Kubu Raya H. Sukiryanto, S.Ag, serta Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Kalbar Agus Sudarmansyah, S.H.
Baca juga: Presiden MADN Apresiasi Putra Dayak Kalteng AKBP Boy Jumalolo Jabat Kapolres Tangerang Selatan
Turut hadir Komisaris Utama dan Direktur Utama Ruai TV, tokoh-tokoh adat dan masyarakat dari berbagai latar belakang suku, seperti Dayak, Melayu, Tionghoa, Madura, Batak, Bugis, Papua, Flores, serta perwakilan yayasan, paguyuban, organisasi kemasyarakatan, dan insan pers dari berbagai media. Kehadiran lintas elemen ini menjadi cerminan kuatnya semangat kebersamaan dan toleransi di Kalimantan Barat.
Makna Natal: Kelahiran Sang Juru Selamat
Dalam keterangannya, Yakobus Kumis menegaskan bahwa perayaan Natal bagi umat Kristiani merupakan momentum iman untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus sebagai Juru Selamat dunia.

“Kelahiran Kristus menghadirkan Sang Juru Selamat yang datang ke dunia untuk membebaskan manusia dari dosa dan memberikan kehidupan. Dia adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Barangsiapa percaya kepada-Nya akan memperoleh kehidupan kekal,” ujarnya.
Ajakan Menjadi Manusia Baru
Yakobus menekankan bahwa makna Natal tidak berhenti pada perayaan seremonial, melainkan harus diwujudkan dalam perubahan sikap hidup sebagai manusia baru.
“Makna Natal adalah kelahiran kembali, artinya meninggalkan sifat-sifat lama seperti kesombongan, egoisme, dendam, kebencian, dan permusuhan. Kita harus belajar melihat sesama sebagai saudara,” katanya.
Perbedaan Adalah Kehendak Tuhan

Lebih lanjut, Yakobus menegaskan bahwa perbedaan suku, agama, ras, dan adat istiadat merupakan kodrat serta kehendak Tuhan yang harus disyukuri, bukan dipertentangkan.
“Kita tidak memilih dilahirkan sebagai Dayak, Melayu, Tionghoa, Bugis, atau suku lainnya. Semua itu adalah kehendak Tuhan yang bersifat hakiki dan harus diterima dengan rasa syukur,” ujarnya.
Meneguhkan Toleransi dan Persaudaraan
Melalui momentum Natal, Yakobus mengajak seluruh masyarakat untuk mengamalkan nilai cinta kasih, toleransi, dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.
“Natal mengajak kita untuk hidup berdamai dengan semua orang, saling menyayangi, saling membantu dalam kesulitan, serta bersama-sama membangun dunia yang aman dan damai,” tegasnya.
Keluarga sebagai Fondasi Bangsa
Secara khusus, Yakobus juga menyoroti peran strategis keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

“Sebuah bangsa akan menjadi maju dan hebat jika pendidikan dalam keluarga berjalan dengan baik. Dari keluargalah lahir masyarakat, bangsa, dan negara yang berkualitas,” jelasnya.
Menurutnya, tanpa pembangunan dan pendidikan keluarga yang kuat, mustahil sebuah bangsa besar dapat dibangun secara kokoh dan berkelanjutan.
Antisipasi Krisis Global dan Pangan
Menutup pesannya, Yakobus mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi krisis global, termasuk ancaman krisis pangan dan perubahan iklim ekstrem.

Ia secara khusus mengimbau masyarakat di wilayah pedalaman yang memiliki lahan kosong agar segera mengelola dan memanfaatkannya untuk pertanian pangan, seperti singkong, jagung, padi, dan tanaman pangan lainnya.
“Ke depan kita akan menghadapi krisis pangan akibat perubahan iklim ekstrem, banjir, kekeringan, serta kerusakan lingkungan,” ungkapnya.
Yakobus juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan hutan guna mengurangi dampak krisis iklim global.
“Tanpa menjaga lingkungan, bumi tidak akan lagi memberi rasa aman dan nyaman bagi manusia,” pungkasnya. (Bajare007)





