
Jakarta, detikborneo.com – Perayaan Natal Warga Dayak se-Jabodetabek berlangsung khidmat dan penuh sukacita pada Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di Gedung Kenanga Senen, Aula Gereja GSJA CWS, Jakarta. Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB hingga 19.30 WIB ini dihadiri ratusan warga Dayak dari berbagai organisasi dan komunitas.
Firman Tuhan dalam ibadah Natal disampaikan oleh Pdt. Sugiat, M.Th., M.Pd., Kepala Pembimas Kristen Protestan Kabupaten Bogor, tokoh Dayak asal Serimbu, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Dalam khotbahnya, ia menekankan bahwa keluarga merupakan cerminan relasi manusia dengan Allah, tempat kehadiran Kristus dinyatakan secara nyata dan menjadi dasar membangun iman, kasih, serta persatuan.
Nuansa budaya Dayak semakin terasa melalui pakian adat dari berbagai etnik Dayak, tarian dan pujian Natal bernuansa Dayak, serta doa syafaat yang disampaikan dalam lima bahasa Dayak Kalimantan, yakni Dayak Kanayatn, Dayak Ngaju, Dayak Kenyah, Dayak Lundayeh, dan Dayak Mualang.
Ketua Panitia Perayaan Natal Warga Dayak se-Jabodetabek 2025, Kolonel Caj (K) Dr. Dra. Gaudensia Diana, KF, S.H., M.Hum., M.Si., M.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya perayaan Natal Dayak Jakarta, khususnya kepada OSO Group dan BPD Bank Kalbar sebagai pendukung utama kegiatan.

“Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh organisasi kemasyarakatan warga Dayak telah menumbuhkan kebersamaan satu dengan yang lain. Kristus telah hadir dalam Natal, terlebih di dalam keluarga kita. Hal ini patut kita syukuri sebagai orang Dayak untuk bersama-sama membangun NKRI dan membangun Kalimantan melalui organisasi yang kita berdayakan demi kemajuan Dayak,” ujarnya.
- Baca juga: Kolonel (K).Dr. Gaudensi Diana Orang Penting Di Lemhanas Wanita Dayak Pertama Calon Jenderal
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik moril maupun materil, sehingga acara dapat terlaksana dengan baik.
“Kiranya perayaan Natal ini menjadi sukacita bagi seluruh warga Dayak di Jabodetabek,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN), Dr. Ir. Willy Midel Yoseph, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ICDN telah melaksanakan pelantikan kepengurusan DPW ICDN DKI Jakarta periode 2025–2030. Ia menegaskan pentingnya sinergi antarorganisasi Dayak dalam memajukan seni, budaya, dan kualitas sumber daya manusia.
“Kami bersyukur berbagai organisasi warga Dayak dapat saling bahu-membahu dalam memajukan seni dan budaya Dayak. Melalui momentum Natal ini, kita harus semakin memperkuat kerja sama untuk melakukan hal-hal terbaik bagi warga Dayak, baik di Jabodetabek maupun di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Willy mengajak para tokoh dan seluruh warga Dayak di Jakarta untuk meningkatkan kualitas SDM Dayak yang unggul dan berdaya saing. Ia menyoroti posisi strategis Jakarta sebagai pusat pelatihan dan pengembangan kapasitas.
“Ketua DPW ICDN DKI Jakarta adalah putra Dayak yang bekerja di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya di bidang sumber daya manusia. Di Jakarta tersedia banyak lembaga dan tempat pelatihan terbaik. Manfaatkan peluang tersebut selagi ada kesempatan, agar SDM Dayak semakin unggul dan siap bersaing di tingkat nasional,” tegasnya.
Willy juga menyinggung pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (Bang Doel) yang sebelumnya mendorong keterlibatan budaya Dayak dalam ruang publik Jakarta.
“Bang Doel kemarin menyampaikan harapannya agar 1.000 pegiat budaya Dayak dapat tampil di Bundaran HI. Ini menjadi peluang besar sekaligus tantangan bagi warga Dayak untuk mendukung Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berbudaya,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Ketua Umum Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN), Ir. Nyelong Inga Simon, yang menegaskan komitmen LPDN dalam memperkuat pemberdayaan perempuan dan anak Dayak melalui berbagai kerja sama strategis.
“LPDN telah menandatangani kerja sama dengan KOWANI untuk membangun masyarakat, khususnya perempuan Dayak di seluruh Indonesia. Melalui jejaring ini, kami mendorong peningkatan SDM perempuan dan anak, serta mendukung pengembangan pendidikan nonformal dan ekonomi kreatif bagi warga Dayak,” jelasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat Dayak untuk terus bergandengan tangan dalam menjalankan program-program kerja LPDN demi kemajuan bersama.
Perayaan Natal Dayak Jakarta ini tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga wadah untuk mempererat persaudaraan, memperkuat sinergi antarorganisasi Dayak, serta meneguhkan komitmen bersama dalam membangun masyarakat Dayak yang maju, beriman, dan memiliki SDM unggul. (Bajare007)





