
Jakarta, detikborneo.com – Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Provinsi DKI Jakarta resmi melaksanakan pelantikan dan pengukuhan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ICDN DKI Jakarta periode 2026–2031. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (30/1/2026) di Balai Agung, Balai Kota Jakarta.
Pelantikan ini dihadiri langsung wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang memberikan sambutan sekaligus mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus DPW ICDN DKI Jakarta yang baru dilantik.
Dalam sambutannya, Rano Karno menyatakan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap peran ICDN sebagai organisasi intelektual yang berkontribusi dalam pembangunan, khususnya di bidang kebudayaan dan penguatan sumber daya manusia.
Ia juga menyampaikan komitmen untuk menjalin kerja sama dengan ICDN dalam memajukan Kota Jakarta melalui berbagai agenda kebudayaan dan kegiatan strategis lainnya.

Pelantikan DPW ICDN DKI Jakarta periode 2026–2031 mengusung tema “Empowering the Generation, No Dayak Left Behind”, yang menegaskan komitmen organisasi dalam mendorong pemberdayaan generasi Dayak agar tidak tertinggal dalam berbagai aspek pembangunan.
Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Wakil Gubernur Kalimantan Utara Ingkong Alang, S.E., M.Si., Staf Khusus Gubernur sekaligus Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat Beno Muhammad Ibnu, Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur Dr. Yulianus Henock Sumual, serta Anggota DPR RI empat periode Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP.
Turut hadir pula Kepala Perpustakaan Nasional, para akademisi dan tokoh Dayak dari berbagai provinsi di Kalimantan, seperti Prof. Adri Paton dari Kalimantan Timur, Prof. Yohanes Bahari, M.Si. dari Kalimantan Barat, Ibnu Sina dari Kalimantan Selatan, serta Dr. Tirta Susila dari Kalimantan Tengah. Acara ini juga dihadiri para mahasiswa, pejabat, serta tamu undangan lainnya.
Ketua Panitia kegiatan, Timotius Sipur, MA., M.Th., memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan lancar.

Ketua Umum ICDN, Dr. Ir. Willy Midel Yoseph, M.M. berharap pengurus DPW ICDN Jakarta mampu bekerja lebih baik dan tak lupa juga ucapkan selamat.
Selain pelantikan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang dimoderatori oleh Tiahania. FGD menghadirkan narasumber utama Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, yang menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia Dayak melalui perlindungan konstitusional.
Dalam diskusi tersebut, para peserta juga menyoroti pentingnya agar masyarakat Dayak memperoleh kesempatan yang adil dalam pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan alam di Kalimantan. Ditekankan bahwa orang Dayak harus mendapatkan ruang dan peluang yang setara dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan pembangunan.Sementara itu, Ketua Umum ICDN, Dr. Ir. Willy Midel Yoseph, M.M., menyampaikan harapan ICDN untuk mendirikan perguruan tinggi di wilayah Borneo, termasuk di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi tersebut menjadi langkah strategis untuk mencetak generasi Dayak yang unggul dan berdaya saing. Ia juga menegaskan bahwa ICDN akan terus mendorong aspirasi masyarakat Kalimantan kepada Presiden melalui perwakilan di DPR dan DPD RI, agar berbagai harapan masyarakat dapat terwujud.
Pada kesempatan tersebut, ICDN juga menyerahkan buku kamus Dayak. Karya tersebut diharapkan dapat melestarikan bahasa serta kekayaan budaya etnis Dayak, sekaligus memperluas akses pengetahuan bagi generasi muda dan masyarakat luas. Rangkaian acara berlangsung dengan khidmat dan lancar, serta ditutup dengan pemotongan tumpeng dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ICDN ke-7. (Rudi Rehan)





