
Jakarta, detikborneo.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno secara terbuka menantang 1.000 budayawan Dayak untuk menampilkan atraksi budaya di Bundaran Hotel Indonesia (HI) sebagai bagian dari pawai budaya rutin Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Tantangan tersebut disampaikan Rano Karno saat memberikan sambutan dalam Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (DPW ICDN) DKI Jakarta, yang digelar di Aula Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (30/1/2026) pukul 13.00 WIB.
Dalam kesempatan itu, Rano Karno mengapresiasi kehadiran para cendekiawan Dayak sekaligus mengucapkan selamat kepada Benny Matriksa yang resmi dilantik sebagai Ketua DPW ICDN DKI Jakarta oleh Dr. Ir. Willy Midel Yoseph, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) ICDN.
“Sebagai tuan rumah, saya mengucapkan selamat kepada Pak Benny Matriksa dan seluruh pengurus. Ketua Umum DPN ICDN, Pak Willy, ini teman lama saya,” ujar Rano Karno.
Rano menegaskan bahwa Jakarta bukan milik satu suku, melainkan rumah bersama bagi seluruh anak bangsa dan semua agama. Meski tengah bertransisi dari Daerah Khusus Ibukota (DKI) menjadi Daerah Khusus Jakarta, Jakarta tetap diproyeksikan sebagai pusat bisnis nasional sekaligus kota global dunia.

Ia menyampaikan, bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono, Pemprov DKI terus bergerak cepat membenahi berbagai sektor guna meningkatkan peringkat Jakarta sebagai kota global.
“Alhamdulillah, kegiatan Christmas Carol di Bundaran HI pada Desember lalu viral dan berdampak positif. Bulan depan kita adakan pawai budaya Imlek, dilanjutkan Nuansa Ramadan. Ke depan, setiap dua bulan sekali akan rutin digelar pawai budaya dari berbagai suku bangsa yang ada di Jakarta,” jelasnya.
Dalam konteks tersebut, Rano Karno secara khusus mengajak komunitas Dayak untuk turut serta ambil bagian secara besar-besaran.
“Saya tantang 1.000 budayawan Dayak tampil atraksi di Bundaran HI. Saya yakin peringkat Jakarta sebagai kota global akan terus naik dan dunia bisnis ikut terdongkrak. Faktanya, penginapan di sekitar Bundaran HI setiap akhir pekan selalu penuh,” tegasnya.
S

Sementara itu, Dr. Ir. Willy Midel Yoseph menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas dukungan penuh, termasuk pemberian fasilitas Balai Agung untuk rangkaian kegiatan Pengukuhan DPW ICDN DKI Jakarta, HUT ke-7 DPN ICDN, serta Focus Group Discussion (FGD), yang pada rencana awal akan dilaksanakan di Gedung Perpustakaan Pemprov DKI Jakarta, kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini.
“Pak Wagub, yang hadir di sini bukan hanya pengurus DPN ICDN, tetapi juga DPW ICDN dari Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, hingga Kalimantan Utara. Bahkan Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Pak Ingkong Ala selaku Ketua DPW ICDN Kaltara, juga turut hadir,” ungkap Willy.
Ia menambahkan, sebagian besar pengurus ICDN berasal dari kalangan akademisi dan profesional yang memiliki komitmen kuat untuk mengejar ketertinggalan Sumber Daya Manusia (SDM) Dayak, agar semakin unggul, berdaya saing, serta dekat dengan pusat pemerintahan.

“Harapan kami, SDM Dayak semakin maju, unggul, dan tidak tertinggal, sejalan dengan motto kami: Empowering Generation, No Dayak Left Behind,” pungkasnya.
Menanggapi tantangan pawai budaya tersebut, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) DKI Jakarta, Tamunan Kiting, yang turut hadir dalam acara itu, menyatakan kesiapan DAD dan semu komunitas Dayak Jakarta. Saat Rano Karno menanyakan kesiapan peserta yang hadir untuk menampilkan atraksi budaya Dayak di Bundaran HI. (Bajare007).






