
Sepaku Nusantara, detikborneo.com – Kunjungan silaturahmi dua tokoh Dayak dari Sarawak, Malaysia bersama rombongan ke Kantor Sekretariat Kepala Adat Besar Dayak Paser Kalimantan di Sepaku berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan persaudaraan pada 21 maret 2026.
Rombongan dihadiri oleh Datuk Peter Nansian Ngusie yang menyampaikan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari tokoh adat Dayak Paser. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak Kepala Adat Besar Dayak Paser Kalimantan untuk berkunjung ke Sarawak dalam rangka menghadiri perayaan Gawai Dayak Bidayuh.
Turut mendampingi, Anthony Nogeh Gumbek yang bersama Datuk Peter diketahui berasal dari sub-suku Dayak Bidayuh. Rombongan disambut langsung oleh Kepala Adat Besar Dayak Paser Kalimantan, Ahmad Ariadi, bersama para manti adat dan pemangku adat Dayak Paser di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Selain itu, rombongan yang berjumlah sekitar 10 orang juga dipimpin oleh tokoh Dayak Iban dari Sarawak, Apai Salam. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas pertemuan silaturahmi tersebut dan berharap hubungan persaudaraan Dayak antara Indonesia dan Malaysia dapat terus terjalin dengan baik di masa mendatang.
Sementara itu, Anthony Nogeh Gumbek mengungkapkan bahwa kunjungan kali ini sebenarnya merupakan kunjungan liburan bersama rombongan sekalian ingin melihat kondisi yang dihadapi saudara sedarah dalam pembangunan Ibu kota Nusantara. Namun ia mengaku sangat senang dan terharu karena saudara satu darah Dayak di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) memberikan sambutan yang luar biasa.
“Kunjungan ini memang dalam rangka liburan, tetapi kami sangat bahagia karena saudara-saudara satu darah Dayak di Ibu Kota Nusantara menyambut kami dengan penuh kekeluargaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Ariadi juga menyampaikan bahwa Sekretariat Kepala Adat Besar Dayak Paser terbuka bagi keluarga besar satu darah Dayak dari mana pun yang datang ke kawasan IKN. Ia bahkan mengajak siapa pun yang berasal dari keluarga satu darah Dayak dan mengalami kesulitan mendapatkan tempat istirahat di kawasan IKN agar bisa singgah di sekretariat tersebut.
“Kami terbuka bagi keluarga satu darah Dayak. Jika ada saudara-saudara Dayak yang datang ke IKN dan kesulitan mendapatkan tempat istirahat, silakan mampir ke sekretariat kami di Sepaku,” kata Ahmad Ariadi.
Kunjungan silaturahmi ini menjadi simbol kuatnya hubungan persaudaraan masyarakat Dayak lintas negara, khususnya antara tokoh Dayak di Sarawak dan Kalimantan Timur di tengah perkembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Bajare007.






