
Paser (Kaltim), detikborneo.com — Tokoh masyarakat Dayak Paser yang juga mantan Wakil Bupati Paser pertama periode 2005–2010, Ir. HM.Hatta Garit AIM, M.M. menyerukan pentingnya persatuan seluruh masyarakat Suku Paser di wilayah Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara (PPU), dan Balikpapan.
Dalam pernyataannya, Hatta Garit menegaskan bahwa persatuan menjadi kunci utama agar masyarakat Paser dapat menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu, menjaga kekompakan, dan memperkuat posisi dalam berbagai aspek pembangunan daerah.
“Sudah saatnya kita bersatu, agar kita bisa menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri,” tegasnya.
Ia juga berharap putra-putri daerah Dayak Paser mampu mengambil peran strategis sebagai pemimpin di wilayah masing-masing. Menurutnya, peluang tersebut terbuka luas, terutama di tengah dinamika pembangunan yang semakin pesat di Kalimantan Timur.
Selain itu, Hatta Garit menekankan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam memajukan daerah. Ia mengungkapkan, selama masa jabatannya, telah menginisiasi pengiriman sekitar 1.510 anak daerah untuk melanjutkan pendidikan tinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Langkah ini dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Paser.

“Melalui pendidikan, kita bisa mengubah nasib dan masa depan daerah,” ujarnya.
Terkait pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah PPU, Hatta Garit menaruh harapan besar agar masyarakat Paser tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut dilibatkan secara aktif dalam pengelolaan dan pembangunan. Ia bahkan mengusulkan penggunaan nama-nama berbahasa Paser untuk sejumlah infrastruktur penting di IKN, seperti “Kina Lenga” untuk Istana Presiden, sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas dan keberagaman internal Suku Paser. Ia menyebutkan bahwa Suku Dayak Paser terdiri dari berbagai sub-suku yang memiliki kekayaan budaya masing-masing, antara lain:- Paser Pematang- Paser Migi- Paser Leburan (Pembesi)- Paser Peteban- Paser Adang- Paser Tikas (Luangan)- Paser Baliq- Paser Pemuken- Paser Modang- Deah.

Menurutnya, sekitar 10 sub-suku tersebut merupakan bagian dari satu kesatuan besar Suku Paser dan masih satu rumpun dengan Dayak Tujung Bejuaq yang harus tetap bersatu dan saling menguatkan, tanpa menghilangkan identitas budaya masing-masing.
Di sisi lain, ia juga menjelaskan filosofi nama “Paser” yang berasal dari kata “Pak” yang berarti terang benderang, dan “Share” yang bermakna datang tiba-tiba, sehingga mencerminkan cahaya yang memberi pencerahan bagi kehidupan.
Seruan ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Paser untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam menyongsong era baru di IKN. ( Lawadi )





