
Penajam Paser Utara, Kaltim, detikborneo.com – Pernyataan yang disampaikan oleh Iwan Bima dalam audiensi bersama pihak Otorita beberapa hari lalu menuai perhatian dan dinilai menimbulkan kekisruhan di tengah masyarakat. Menyikapi hal tersebut, pihak keluarga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh warga asli Kalimantan.
Saniansyah, S.IP, warga Kelurahan Sepan RT 02, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, yang juga merupakan paman kandung dari Iwan Bima (Riduan Effendi), menyampaikan permohonan maaf tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral keluarga.
- Baca juga: Hatta Garit Tokoh Dayak Paser Protes Keras Kepala Adat Besar Dayak Paser Dugan Dikriminalisasi.
“Kami keluarga besar memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga asli Kalimantan di manapun berada atas ucapan yang kurang berkenan yang disampaikan oleh Iwan dalam audiensi tersebut,” ujar Saniansyah yang dikenal sebagai pemerhati budaya dan juga merupakan putra asli Paser.
Ia menegaskan bahwa keluarga mereka Iwan Bima adalah anak Abang dan kedua orang tuanya merupakan bagian dari masyarakat Paser asli Kalimantan, dengan garis keturunan yang juga berasal dari nenek moyang Dayak. Oleh karena itu, tidak ada niat sedikit pun untuk menyinggung atau melukai perasaan masyarakat adat.
Lebih lanjut, Saniansyah mengajak seluruh masyarakat Kalimantan terkhusus warga Paser untuk tidak terpecah belah akibat persoalan tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan solidaritas, terutama dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan bagi masyarakat Kalimantan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
“Kami berharap seluruh warga Paser dan Kalimantan tetap kompak dan bersatu. Mari bersama-sama memperjuangkan Kalimantan yang berkeadilan, sejajar dengan suku-suku lain di Indonesia,” tambahnya.
- Baca juga: Ariadi D: “Energi Kita Jangan Habis Terpancing Edy Mulyadi Tetapi Kawal Trus Ibu Kota Nusantara”.
Permohonan maaf ini diharapkan dapat meredakan situasi dan memperkuat kembali hubungan harmonis antar masyarakat, khususnya di Kalimantan Timur yang dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai adat, persaudaraan, dan kebersamaan. (Lawadi )





