Home / Uncategorized / Hatta Garit Tokoh Dayak Paser Protes Keras Kepala Adat Besar Dayak Paser Dugan Dikriminalisasi.

Hatta Garit Tokoh Dayak Paser Protes Keras Kepala Adat Besar Dayak Paser Dugan Dikriminalisasi.

Poto: Ir.HM. Hatta Garit, AIM, MM (Wakil Bupati Kab Paser 2005-2010)

Paser Kaltim, detikborneo.com – Berita Kriminalisasi Kepala Adat Besar Ahmad Ariadi D dan Pemecatan sepihak oleh oknum Dayak Paser yang tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga DEWAN ADAT DAYAK PASER (AD/ART-DADP) mendapat protes keras dari Tokoh Dayak Paser HM. Ir. Hatta Garit, AIM, MM.

Ir. HM. Hatta Garit, MM adalah Tokoh Dayak Paser yang pensiun dini didinas kesehatan Provinsi Kaltim tahun 2005 dan pernah menjabat wakil bupati periode 2005-2010 di Kabupaten Paser Kalimantan Timur, saat ini diusia purna tugas tetap aktif memonitor akan pergerakan dan kemajuan Suku Bangsanya Dayak Paser.

Poto: Hatta Garit Tokoh Adat Dayak Paser

Dikediamannya jalan jenderal Sudirman Grogot Kabupaten Paser, Hatta Garit sangat prihatin atas sikap Aparat yang tidak mengakui penyelesaian damai kasus di Riko sebagai salah satu kearifan lokal masyarakat adat Dayak Paser, malah ikut mensangkakan Tokoh Adat Dayak Paser kasus pemerasan dan pengancaman ini adalah pembunuhan karakter dan yang menjolimi harus dilawan jika tidak diselesaikan dengan baik jangan salahkan kamtibmas ditanah Dayak Paser bergejolak, ucap Hatta tegas.

Kepada pemilik perusahaan jika mau berinvestasi jangan sakiti warga masyarakat Dayak Paser berikan apa yang menjadi haknya jangan mentang-mentang punya uang segala urusan di polisikan ini akan mengganggu bisnis anda dan kami tidak akan pernah menyerah untuk menuntuk hak atas tanah ulayat suku Dayak Paser, ucap Hatta.

Poto: Hatta Garit dan Jelani Christo (Ketua LBH MADN)

Mari selesaikan semua dengan kepala dingin dan hargai Adat budaya lokal ditanah Dayak Paser supaya usaha lancar dan masyarakat disekitar juga sejahtera, bisa menikmatinya, CSR perusahaan juga bisa memberikan beasiswa untuk anak-anak warga sekitar, ini usaha sudah puluhan tahun luas kebun sawit ribuan hektare dapat uang ditanah Dayak Paser tapi masih pelit juga, kacau dan ini tidak bisa dibiarkan, pungkas Hatta.

Kepada saudaraku sebangsa suku Dayak Paser mari kita bersatu sudah waktunya untuk kita menjadi tuan ditanah sendiri tidak hanya menjadi Penonton, jangan malu mengakui asal usul leluhur kita Dayak Paser yang masih satu rumpun dengan Dayak Tunjung, Dayak Benuaq, Dayak Luwangan, Dayak Teboyan, himbau Hatta.

Kepada saudaraku diluar suku Dayak Paser jangan ikut terlalu dalam atas polemik saat ini yang telah terjadi, beri kami kesempatan biarlah kami menyelesaikan masalah kami sendiri dan sebagai tokoh Dayak Paser Saat ini yang dituakan saya siap 24 jam untuk berdiskusi dari berbagai pihak untuk kemajuan Suku Bangsa Dayak Paser, tutup Hatta.(Bajare007)

About Admin

Check Also

Penutupan Tempat Ibadah GKPS Purwakarta Dikarenakan Tak Berijin

Purwakarta, detikborneo,com -Penutupan tempat ibadah jelang tahun politik makin masiv setelah terjadi di Lampung, Lumajang …

Keren Alue Dohong Akan Memfasilitasi Anggota TBBR Menjadi Bagian Penjaga Hutan Di Kementerian LHK

Toho Kab Mempawah, detikborneo.com – Peringatan Hari Ulang Tahun Keramat Patih Patinggi yang dilaksanakan dari …

Dua Maestro Dayak, Bidang Musik Sape Dan Gitar Memeriahkan Hari Musik Nasional 2023 Di Jakarta

Poto: Fery Sape, Lawadi Nusah (Sekum DAD DKI Jakarta) Dan Eet Sjahranie Jakarta, detikborneo.com -Hari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *