
Jakarta, detikborneo.com — Musyawarah Adat Dayak (Musdad) Ke-3 Dewan Adat Dayak (DAD) DKI Jakarta Tahun 2026 siap digelar pada Jumat, 1 Mei 2026, bertempat di Aula Anthiokia GKE Cawang, Jakarta Timur. Agenda penting ini menjadi momentum strategis dalam menentukan arah kepemimpinan DAD DKI Jakarta untuk periode 2026–2031.
Ketua Panitia pelaksana, Albinus Milu, menyampaikan bahwa seluruh persiapan kegiatan telah mencapai tahap final dan pihaknya siap menyukseskan jalannya Musdad secara tertib dan demokratis. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjaga suasana musyawarah yang penuh kekeluargaan serta menjunjung tinggi nilai-nilai adat Dayak.
Panitia mencatat, hingga penutupan pendaftaran, terdapat tiga tokoh Dayak yang resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum. Ketiganya dinilai memiliki latar belakang, pengalaman, dan kontribusi yang signifikan dalam organisasi serta perjuangan masyarakat Dayak, khususnya di wilayah DKI Jakarta.
Tokoh pertama adalah Dr. (Cand) Lely Herawaty Tundang, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Gerdayak DKI Jakarta dan berkarir di bidang agen wisata dan Komisaris BUMD Kalteng. Ia menjadi satu-satunya kandidat perempuan dalam kontestasi ini, sekaligus membawa semangat representasi perempuan Dayak dalam kepemimpinan organisasi adat di tingkat ibu kota.
Selanjutnya, pada 28 April 2026, Tamunan Kiting, S.E., M.M., yang merupakan Ketua Umum petahana DAD DKI Jakarta periode 2021–2026, kembali mendaftarkan diri. Keikutsertaannya menunjukkan komitmen untuk melanjutkan program dan penguatan organisasi yang telah berjalan selama masa kepemimpinannya. Tamunan Kiting dikenal sebagai tokoh sentral yang membidani lahir dan berkembangnya DAD DKI Jakarta hingga semakin dikenal luas. Ia dinilai berhasil melakukan berbagai terobosan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, sekaligus mendorong para praktisi budaya menjadi duta-duta kebudayaan di tingkat nasional dan internasional. Dengan semangat kemandirian, Tamunan bahkan kerap merogoh kantong pribadi demi kemajuan bersama organisasi. Saat ini, ia juga masih aktif sebagai praktisi perbankan di salah satu bank swasta.
Kemudian, pada 29 April 2026, Pdt. Dr. Nikodemus Sabudin turut meramaikan bursa calon Ketua Umum. Ia dikenal sebagai tokoh yang telah lama berkiprah di Jakarta dan memiliki pengalaman luas dalam organisasi kemasyarakatan Dayak. Saat ini aktif dmenjadi Dosen dan Sekum Sinode GKSI. Salah satu kontribusinya adalah sebagai pendiri Forum Dayak Kalimantan Barat Jakarta (FDKJ) pada tahun 2011.
Dengan hadirnya tiga kandidat ini, Musdad Ke-3 DAD DKI Jakarta diprediksi akan berlangsung dinamis dan penuh gagasan. Para peserta musyawarah diharapkan dapat memilih pemimpin terbaik yang mampu memperkuat persatuan, memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, serta membawa DAD DKI Jakarta semakin berperan aktif di tingkat nasional.
Musdad ini juga menjadi wadah konsolidasi penting bagi seluruh elemen masyarakat Dayak di perantauan, khususnya di DKI Jakarta, dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal di tengah dinamika kehidupan perkotaan. (Red)





