
Jakarta, detikborneo.com – Sekolah Tinggi Teologi (STT) Wesley Methodist Indonesia menggelar Wisuda XXVIII yang dirangkaikan dengan perayaan Dies Natalis ke-30 pada Jumat (5/6/2026), di kampus STT Wesley Methodist Indonesia, Jalan Bandengan Utara Raya No.31BA, Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.
Mengusung tema “Lakukanlah Segala Pekerjaanmu Dengan Kasih” yang diambil dari 1 Korintus 16:14, kegiatan berlangsung khidmat dan penuh sukacita dengan dihadiri pimpinan gereja, yayasan, dosen, alumni, orang tua wisudawan serta tamu undangan lainnya. Acara diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Samuel Sulistyo, dilanjutkan doa syafaat oleh Pdt. Dr. Adolf Bastian Simamora. Suasana ibadah semakin semarak dengan persembahan pujian dari anak-anak asrama STT Wesley Methodist Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 32 wisudawan dan wisudawati resmi menyelesaikan pendidikan mereka. Hingga saat ini, STT Wesley Methodist Indonesia telah meluluskan 571 alumni yang melayani di berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri. Sidang Senat Terbuka Wisuda XXVIII dibuka secara resmi oleh Ketua STT Wesley Methodist Indonesia, Dr. Hockey Salim, yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Mars STT Wesley Methodist Indonesia.
Sambutan juga disampaikan oleh Kepala Penjaminan Mutu STT Wesley Methodist Indonesia, Dr. Oditha Hutabarat, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan kampus selama tiga dekade.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam perkembangan kampus ini, termasuk para donatur dan orang tua asuh yang selama ini memberikan dukungan bagi kemajuan STT Wesley Methodist Indonesia,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Wesley Methodist Indonesia, Antonius M, mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan mereka.Ia mengingatkan agar para lulusan tidak cepat merasa puas dengan pencapaian yang telah diraih.
“Kita patut bersyukur karena perguruan tinggi ini telah memperoleh akreditasi BAN-PT. Namun jangan hanya puas dengan predikat baik. Kita harus memiliki target untuk terus meningkatkan mutu dan standar pendidikan hingga mencapai predikat unggul,” katanya. Menurutnya, upacara wisuda bukanlah garis akhir dari sebuah perjuangan, melainkan pintu gerbang menuju pelayanan dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Kecerdasan akademis saja tidak cukup. Kita juga membutuhkan karakter yang kuat dan tidak mudah tergoyahkan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan maupun pelayanan,” tambahnya.
BACA JUGA : PDKS Tanjung Duren Salurkan 125 Paket Bantuan bagi Warga Pra Sejahtera di Johar Baru
Dalam khotbahnya, Bishop Iwan Karokaro, M.A., M.Div., M.Th mengingatkan para wisudawan bahwa tantangan pelayanan tidak dapat dihadapi hanya dengan gelar akademik dan pengetahuan teologi semata. Menurutnya, setiap pelayan Tuhan membutuhkan penyertaan dan urapan Tuhan agar mampu menjalankan tugas pelayanannya dengan baik.
Ia menegaskan bahwa gelar akademik bukan satu-satunya modal utama dalam melayani Tuhan.”Kita membutuhkan urapan Tuhan dalam pelayanan. Itulah yang akan memampukan kita menghadapi berbagai tantangan di lapangan,” pesannya kepada para wisudawan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh Rev. Peter Auh Sung Ho. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti ramah tamah dan perayaan Dies Natalis ke-30 STT Wesley Methodist Indonesia yang ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun.
Salah satu wisudawati asal Kalimantan Barat, Rutiarti Rahmaningsih, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan sarjana di kampus tersebut. Mahasiswi asal Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang itu mengatakan dirinya merantau ke Jakarta dan tinggal di asrama kampus selama menempuh pendidikan.
“Saya sangat bersyukur bisa kuliah di STT Wesley Methodist Indonesia. Perjalanan ini tidak mudah karena harus merantau jauh dari Kalimantan Barat. Hari ini menjadi momen yang sangat membahagiakan karena orang tua saya datang langsung dari Kalimantan untuk menyaksikan wisuda ini,” ungkapnya haru.
Perayaan wisuda dan Dies Natalis ke-30 tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen STT Wesley Methodist Indonesia dalam mencetak hamba-hamba Tuhan yang berintegritas, berkarakter, serta siap melayani masyarakat dan gereja di berbagai daerah. (Rudi Rehan )



