
Balikpapan, detikborneo.com Sabtu, 6 Juni 2026 – Musyawarah Besar Ke-V Forum Komunikasi Paguyuban Balikpapan (FKPB) resmi menentukan pemimpin baru untuk lima tahun ke depan. Bertempat di Aula Rumah Jabatan Walikota Balikpapan, kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 14.00 WITA ini berjalan lancar dan penuh semangat persatuan, mengusung slogan “FKPB Perekat Nusantara” serta tema “Merajut Kebersamaan Memperkokoh Persatuan, Bersama Kita Kuat Bersatu Kita Kokoh Dalam Keberagaman”.
LPJ Pengurus Periode 2021 -2026 disampaikan oleh Herlina Massolo ( Sekretaris Umum ) didampingi oleh Bendahara Umum dan Wakil Sekretaris, sedangankan H.Soegito Ketua Umum berhalangan hadir karena sakit dan masih dalam perawatan. Dalam masa bakti 5 tahun tidak ada menerima bantuan dari pihak pemerintah maupun swasta 44 juta biaya operasional dihibahkan biaya pribadi dari Ketua Umum.

Melalui sidang pleno III pemilihan yang transparan dan demokratis, Dr. Abriantinus, S.H., M.A berhasil terpilih sebagai Ketua Perkumpulan FKPB periode 2026–2031 setelah meraih 59 suara. Ia mengungguli calon lainnya, Ahmad Noor, S.T., M.M yang memperoleh 36 suara total suara sah 95 dari 130 anggota paguyuban. Proses pemilihan dipimpin oleh tim pimpinan sidang yang terdiri dari Ruki Suheru, S.E. (Ketua), Drs. I Ketut Rasna (Sekretaris), serta anggota Drs. Slamet Junadi, Leo Sukoco, dan Andi Ahmad Yani, S.E.
Acara pembukaan dihadiri oleh Anggota DPRD, Camat, Kesbangpol, Tokoh Masyarakat, Porkompinda dan unsur Pemerintah Kota Balikpapan, diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Drs. Zulkifli, M.Si. Kehadiran ini mewakili Walikota Balikpapan yang berhalangan hadir karena ada tugas dinas di luar kota. Dalam sambutannya, Zulkifli menyoroti peran strategis FKPB sebagai wadah persatuan yang unik.
“FKPB merupakan perkumpulan paguyuban terbanyak di Indonesia, jumlahnya bahkan setara dengan yang ada di Jakarta. Di tingkat dunia, wadah ini ibarat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memiliki Sekretaris Jenderal. Perlu dipahami, Ketua FKPB bukanlah pemimpin atas suku-suku paguyuban yang ada, melainkan pengelola administrasi dan jembatan komunikasi. Tujuannya hanya satu: meminimalisir pergesekan dan menjaga harmoni. Hal ini terbukti nyata, selama hampir 30 tahun keberadaannya berdiri september 1999, Balikpapan tetap menjadi kota yang kondusif, damai, nyaman dan rukun,” sesuai dengan motto kota Balikpapan, Balikpapan Ku Bangun, Ku Jaga dan Ku Bela, ujar Zulkifli.

Setelah dinyatakan terpilih, Dr. Abriantinus menyampaikan sambutan dan ajakan kepada seluruh anggota paguyuban. “Saya mengajak seluruh anggota paguyuban tetap kompak dan tidak ada sekat-sekat antar kita. Perlu diketahui, saya dan Pak Ahmad Noor sebenarnya adalah teman lama, persaingan tadi murni dalam proses demokrasi dan tidak akan memisahkan kita,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan rencana kerja besar untuk masa bakti ke depannya. “Ke depan saya akan memperjuangkan agar FKPB berbadan hukum, agar organisasi kita semakin kuat dan diakui secara resmi bisa meberima bantuan dari pemerintah dan pihak swasta. Selain itu, karena kita terdiri dari berbagai kebudayaan dari seluruh penjuru Nusantara, mari kita bersama-sama memanfaatkan anggaran di Kementerian Kebudayaan yang nilainya mencapai triliunan rupiah, yang selama ini belum banyak tersentuh oleh daerah-daerah di luar Pulau Jawa. Ini kesempatan emas untuk mengembangkan dan melestarikan kekayaan budaya kita bersama,” tambah Dr. Abriantinus.
Sebagai organisasi yang menampung beragam latar belakang suku dari seluruh pelosok nusantara, FKPB kembali menegaskan komitmennya menjaga persatuan. Kemenangan Dr. Abriantinus diharapkan menjadi tonggak baru untuk memperkuat sinergi antar-paguyuban, menjaga kerukunan, mengembangkan potensi budaya, dan terus menjadikan Balikpapan sebagai contoh kota yang kokoh berdiri di atas keberagaman budaya Indonesia (Lawadi ).




