
Ponorogo, detikborneo.com — Tongkat komando Kepolisian Resor Ponorogo resmi berganti. AKBP Damus Asa, putra asli Suku Dayak Kenyah dan tokoh masyarakat adat Dayakv Kalimantan Timur, kini dipercaya memimpin Polres Ponorogo, menggantikan AKBP Andin Wisnu Sudibyo yang mendapat penugasan baru di lingkungan Mabes Polri.
Pergantian ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1878/VIII/KEP./2026, tertanggal 30 Agustus 2026. Dalam surat tersebut, AKBP Andin Wisnu Sudibyo diangkat sebagai Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri, sementara posisi Kapolres Ponorogo diserahkan kepada AKBP Damus Asa.
PUTRA DAYAK KENYAH DARI PEDALAMAN KALIMANTAN MENGUKIR PRESTASI HINGGA JAWA
AKBP Damus Asa bukan sekadar perwira polisi berprestasi — ia adalah putra asli Suku Dayak Kenyah, salah satu suku besar yang menjaga kelestarian hutan dan budaya di Kalimantan. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2007 ini membawa nilai-nilai kearifan leluhur: keberanian, kejujuran, dan kedekatan dengan masyarakat — nilai yang kini menjadi kekuatan utama dalam setiap kepemimpinannya.
“Kami bangga, putra Dayak Kenyah kini memimpin di Bumi Reyog. Ini bukti anak-anak bangsa dari pedalaman Kalimantan bisa berkontribusi untuk seluruh Indonesia,” ujar Lampang Bilung Kepala Adat Dayak Kenyah Kota Balikpapan.
JEJAK KARIER: DARI KALIMANTAN HINGGA JAWA — PENGALAMAN LUAS & TERUJI
Karir AKBP. Damus Asa
Dimulai:
- Kasat Reskrim Polresta Samarinda Polda Kaltim.
- Tahun 2020 Kabag Ops Polres Berau Polda Kaltim.
- Tahun 2023 Wakapolres Kutai Timur Polda Kaltim.
- Tahun 2024 Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Jatim.
- Tahun 2026 Kapolres Gunungkidul Polda DIY.
- Tahun 2026 Kapolres Ponorogo Polda Jatim.
Pengalaman di bidang reserse kriminal, operasional, hingga penanganan perkara menjadikan Damus Asa perwira yang tegas namun tetap merakyat. Nilai-nilai adat Dayak yang dipegangnya — menghormati perbedaan, mendengar suara rakyat, dan menjaga keadilan — diharapkan menjadi pendekatan baru yang menyegarkan di Bumi Reyog.
BABAK BARU DI PONOROGO: TEGAS & MERAKYAT
Ponorogo bukan wilayah biasa. Dengan kekayaan budaya Reyog Ponorogo, keragaman komunitas, serta dinamika keamanan yang kompleks, daerah ini membutuhkan pemimpin yang tidak hanya tegas menegakkan hukum, tetapi juga mampu merangkul seluruh elemen masyarakat.
Kepemimpinan Damus Asa dinilai tepat untuk itu. Nilai-nilai kearifan Dayak Kenyah yang diwarisi — hidup berdampingan, saling menghormati, dan mendengar suara kecil — diyakini akan memperkuat jembatan antara kepolisian dan masyarakat Ponorogo.
“Pendekatan persuasif, kedekatan dengan adat dan budaya lokal, serta penegakan hukum yang adil — itulah yang diharapkan dari Damus Asa. Ia membawa dua kekuatan: profesionalisme Polri dan kearifan adat leluhur Dayak,” ungkap Dr. Martin Apui Sekretaris Umum Persekutuan Dayak Kalimantan Timur ( PDKT ):
HARAPAN BARU: KEKUATAN BUDAYA, KEKUATAN PERSATUAN
Penunjukan putra Dayak Kenyah sebagai Kapolres di tanah Jawa juga menjadi simbol persatuan Indonesia yang sesungguhnya. Dari hutan Kalimantan hingga pegunungan Jawa — anak-anak bangsa bersatu dalam pengabdian.
Masyarakat adat Dayak Kenyah menyampaikan doa dan dukungan penuh. Semoga Damus Asa tetap teguh pada prinsip: Adil bagi semua, dekat dengan rakyat, dan menjaga kedamaian seperti yang diajarkan leluhur.
“Selamat bertugas, Pak Kapolres. Bawa semangat Dayak Kenyah — kuat berdiri, rendah hati, dan adil menegakkan kebenaran. Semoga Ponorogo semakin aman, damai, dan sejahtera.”
RINGKASAN FAKTA:
- Nama: AKBP Damus Asa
- Suku: Dayak Kenyah (Kalimantan Timur).
- Lulusan: Akpol 2007
- Jabatan Baru: Kapolres Ponorogo (ST Kapolri No. ST/1878/VIII/KEP./2026, 30 Agustus 2026)
- Pengganti: AKBP Andin Wisnu Sudibyo (Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri).. (Lawadi)






