Balikpapan, detikborneo.com – Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Timur menggelar Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (RAKERKONVPROV) 2025 di Ballroom 3 Hotel Platinum, Balikpapan, Sabtu–Minggu, 25–26 Juli 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPP Apindo Kaltim serta sembilan perwakilan Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota (DPK).
Dengan mengusung slogan: “Kaltim Sukses, Pengusaha Tangguh, Tenaga Kerja Sejahtera,” forum ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia usaha, tenaga kerja, dan pemerintah daerah, terutama menjelang transformasi Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN).
BACA JUGA : Kemendag Komitmen Kembangkan dan Jalin Kemitraan Strategis Produk UMKM
Sambutan dari Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Apindo disampaikan oleh Antoni Hilman, Ketua Bidang Organisasi DPN Apindo. Ia memberikan apresiasi khusus kepada Dr. Abriantinus, Ketua DPP Apindo Kaltim, atas kiprahnya yang aktif di media sosial sekaligus komitmennya menggerakkan roda organisasi.

“Saya apresiasi semangat dan kinerja Dr. Abriantinus. Aktivitasnya di media sosial sangat tinggi, tetapi tidak hanya itu—roda organisasi pun berjalan dengan baik. Terakhir, pada November 2024 kita baru mengadakan Raker. Kini, bahkan sebelum November 2025, sudah kembali digelar Rakerkonprov. Ini menunjukkan semangat progresif yang luar biasa. Harapannya, seluruh rencana kerja yang disusun benar-benar dapat tercapai, khususnya dalam mendukung Kalimantan Timur sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara,” ujarnya.
Antoni juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur yang mencapai 6,32%, tertinggi kedua secara nasional, serta menekankan pentingnya hilirisasi industri sebagai fondasi ekonomi masa depan.
Sementara itu, mewakili Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud yang berhalangan hadir, H. Rohani Erwandi, SH., M.Si, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kaltim, membacakan sambutan resmi Gubernur.
Dalam sambutannya, Gubernur menekankan bahwa Kalimantan Timur tengah berada pada momentum penting yang menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar. Dunia usaha, katanya, memiliki peran sentral dalam memperkuat ekosistem investasi, meningkatkan kualitas tenaga kerja, dan menciptakan lapangan kerja yang bijak, adil, dan sejahtera.
BACA JUGA :
“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung pertumbuhan dunia usaha melalui berbagai kebijakan. Kami percaya, tenaga kerja yang terampil dan berpendidikan adalah kunci keberhasilan industri dan investasi. Tahun 2025 ini, Rakerkonprov Apindo diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis dalam menghadapi tantangan ekonomi global seperti digitalisasi, transisi energi, dan ekonomi hijau,” ujar Rohani Erwandi.
Ia juga mengajak Apindo untuk menjadi motor penggerak reformasi ekonomi daerah, memperkuat UMKM, membuka peluang kemitraan nasional dan internasional, serta mengambil peran lebih besar dalam menjadikan Kalimantan Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
“Kami mengajak dunia usaha membangun komunikasi dan kemitraan yang kuat dengan pemerintah daerah. Apindo diharapkan terus mendukung program prioritas Pemprov, termasuk penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan sektor usaha yang berpihak pada masyarakat,” tambahnya.
Sebagai penutup, ia secara resmi membuka kegiatan:
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim dan memanjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, maka Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi DPP Apindo Kalimantan Timur Tahun 2025 secara resmi kami nyatakan dibuka.”
Dalam pidatonya sebagai Ketua Umum DPP Apindo Kaltim, Dr. Abriantinus menegaskan pentingnya keharmonisan antara pengusaha dan tenaga kerja dalam mendorong pembangunan ekonomi yang kokoh dan berkeadilan.
“Pengusaha dan tenaga kerja itu ibarat dua sisi mata uang. Tidak bisa dipisahkan. Keduanya harus dijaga agar bernilai tinggi di mata pembangunan bangsa,” ujarnya, disambut tepuk tangan para peserta.
RAKERKONVPROV 2025 membahas berbagai isu strategis, termasuk kesiapan dunia usaha menyongsong era IKN, peningkatan daya saing tenaga kerja lokal, digitalisasi UMKM, hilirisasi industri, serta penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan ekonomi global. (Bajare007).





