24.9 C
Singkawang
More
    BerandaBeritaMarcel Radhival Mengaku Khilaf Dan Minta Maaf Kepada Masyarakat Adat Dayak, Saat...

    Marcel Radhival Mengaku Khilaf Dan Minta Maaf Kepada Masyarakat Adat Dayak, Saat Pelaksanaan Sanksi Adat Dayak Oleh DAD DKI Jakarta

    Jakarta, detikborneo.com -Prosesi praga Sanksi Adat Dayak anam tahil dilaksanakan pada hari sabtu 6 Mei 2023 Pukul 13.30 di Anjungan Kalimantan Barat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

    Permohonan maaf Marcel Radhival sang Pesulap Merah dengan menyiapkan Praga Adat dan secara simbolis menyerahkan plantararatn kepada Timanggong Adat Dayak Yopinus Jailim, S.Pd disaksikan oleh Para tokoh Dayak diantaranya Yakobus Kumis (Sekjen MADN dan sekaligus mewakili DAD Kalimantan Barat ), Tamunan Kiting (Ketum DAD DKI Jakarta), Firminus Kunum (Pengurus DAD Kaltara), Sukmana Firdaus (Pengurus DAD Kalimantan Selatan), Brigjen TNI Purn. Bartolomeus Pijath mewakili Masyarakat Adat Provinsi Kalimantan Tengah dan Jefry Mewakili DAD Kalimantan Utara.

    Para Tokoh dan Ketua Ormas Dayak Di Jakarta juga ikut hadir diantaranya Letkol CPL KOWAD Purn Hj. Arpina, Cornelis Nalau Anton Panglima BAKORMAD Nasional bersama Letambunan A (Sekjen), Jelani Chrusto dan Agus Wijaya (LBH MADN), Yohanes Abay Komandan Bakormad DKI Jakarta bersama anggota ikut mengamankan selama kegiatan dan Timotius Sipur selaku Wakil Ketua Forum Dayak Kalbar Jakarta (FDKJ) ikut menyaksikan prosesi Munuh Adat (penyelesaian sanksi adat) akibat ucapan dimedsos sehingga membuat ketersinggungan Masyarakat Dayak di Jakarta dan Kalimantan yang dilakukan oleh Pesulap Merah. Dalam Adat Dayak Kanayatn disebut perbuatan ini disebut Kacampangan Molot ucap Lawadi Nusah (Sekretaris Umum DAD DKI Jakarta) saat membacakan Berita Acara Macah Sanksi Adat Anam Tahil.

    Setelah menandatangani isi berita acara dilanjutkan ritual Bapamang Ka Jubata (Berdoa Kepada Tuhan ) untuk disampaikan pemohon maaf Kepada Yang Mahakuasa niat baik dari Marcel Radhival yang telah mengakui kehilafannya dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi bersedia menyelesaikan dengan melaksankan Sanksi Adat Perdamaian dengan Masyarakat dibumi (Talino), leluhur di Saruga (sorga) dan alam sekitar.

    Setiap perwakilan Dewan Adat Dayak (DAD) tiap provinsi diserahkan masing-masing satu buah Guci/ Tempayan Siam Naga/ Tajau simbol bentuk Permohonan maaf yang telah dilakukan turun temurun bagi masyarakat adat Dayak dan tiap suku Dayak yang terdiri dari enam rumpun besar serta empat ratus lima sub suku pasti ada perbedaan saat pelaksanaan Adat namun jika sudah dilaksanakan salah satunya sudah ikut mewakili pelaksanaan Munuh Adat atau bayar Sanksi Adat ini ucap Yakobus Kumis saat memberikan sambutan.

    Letkol Laut Yules Verni Dewan Penasihat DAD DKI Jakarta yang hadir membantu menjadi MC saat kegiatan dan memberikan kesempatan kepada tiap-tiap perwakilan untuk memberikan petuah nasihat dan saran kepada Marcel dan tamu yang hadir supaya cukup hari ini saja kejadian seperti ini tidak ikut campur lebih dalam masalah Adat dan kebudayaan orang lain, ucap Firminus Kunum.

    Tamunan Kiting mengucapkan terima kasih atas kehadiran Para Tokoh-Tokoh Dayak dan warga yang telah menyempatkan diri hadir dirumah batang anjungan Kalimantan Barat TMII Jakarta.

    Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Marcel Radhival yang sejak diundang ke kantor untuk klarifikasi dan berlanjut Sidang Adat (Barukupm Adat) hingga dituntaskan hari pelaksanaan adatnya, tak lupa juga diucapkan mohon maaf kepada semua Tokoh Dayak dan Ketua Ormas sekalimantan dan pengiat medsos jika undangan hanya disampaikan kepada Ketua DAD tiap provinsi saja untuk menghadiri kegiatan dikarenakan kerbatasan waktu persiapan yang terlalu singkat tutup Ketum DAD DKI Jakarta ini. (Bajare007).

    latest articles

    explore more

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini