
Nusaantara, detikborneo com – Pemerintah terus mempercepat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Memasuki pertengahan 2026, fokus pembangunan tidak lagi hanya pada infrastruktur dasar, tetapi juga pada aktivasi kawasan pemerintahan, penyediaan hunian, serta persiapan pemindahan aparatur sipil negara (ASN).
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa aktivasi IKN sebagai pusat pemerintahan akan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun 2026. Prioritas utama saat ini adalah memastikan kesiapan gedung perkantoran, kawasan permukiman, dan berbagai layanan pendukung sebelum proses perpindahan ASN dilakukan secara lebih luas.
Di sisi lain, Otorita IKN optimistis pembangunan tahap kedua pada periode 2025–2029 akan memberikan dampak ekonomi yang semakin besar bagi wilayah sekitar. Berdasarkan kajian Otorita IKN, pembangunan tahap pertama telah mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan di Kabupaten Penajam Paser Utara, didukung meningkatnya investasi dan aktivitas sektor konstruksi.
Pemerintah juga terus memperkuat aspek keamanan di kawasan ibu kota baru. Sebanyak 600 personel Polri disiapkan untuk bertugas di Polresta IKN dengan konsep kepolisian modern guna mendukung keamanan dan pelayanan masyarakat seiring meningkatnya aktivitas pemerintahan di kawasan tersebut.
Selain pembangunan fisik, konsep Greater Nusantara terus dikembangkan untuk menghubungkan IKN dengan Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara, dan Kutai Kartanegara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa. Pemerintah berharap sinergi kawasan ini mampu menarik investasi, membuka lapangan kerja, dan mempercepat pemerataan pembangunan nasional.
Dengan percepatan pembangunan yang terus berlangsung, pemerintah menargetkan IKN semakin siap menjalankan fungsinya sebagai pusat pemerintahan nasional sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi baru Indonesia. (Red)




