Home / Bisnis / Pemprov Kalbar Pastikan Harga Bapok Masih Stabil

Pemprov Kalbar Pastikan Harga Bapok Masih Stabil

Pontianak, detikborneo.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bekerjasama dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha kembali menyelenggarakan operasi pasar di Pasar Dahlia Pontianak, Selasa (14/11).

Program dalam rangka pengendalian inflasi di Kalbar itu dibuka oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar Harisson, yang sekaligus meninjau harga bahan pokok (bapok) di pasar tradisional tersebut.

Dalam kesempatan itu, Harisson turut didampingi anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalbar. Untuk meninjau, dan mengantisipasi lonjakan harga bapok di pasaran.

BACA JUGA : Harisson Jadi Irup Hari Pahlawan ke-78, Ajak Anak Muda Kobarkan Semangat Kepahlawanan

“Hari ini (kemarin) kami melakukan operasi pasar, ini sebenarnya dalam rangka mengendalikan inflasi, menjaga harga-harga (bahan pokok), kalau naik itu tidak terlalu tinggi. Jadi kalau naik biasanya kita langsung operasi pasar,” ungkapnya.

Dari hasil pantauan di pasar tersebut, Harissonmenyebutkan harga bapok khususnya daging, dan sayur masih stabil.

Sementara khusus pada komoditas gula, terjadi sedikit kenaikan harga.

“Tadi kami sudah mengecek harga, sayur-sayuran ini yang turun harganya, daging stabil, namun untuk gula mengalami sedikit kenaikan jadi Rp17 ribu per kilogram, tapi gula merek Rose Brand kami jual di sini (operasi pasar) Rp16 ribu per kilogram.

BACA JUGA : Harisson Dipilih Presiden Jokowi Jadi Pj Gubernur Kalbar, Berikut Biodata dan Karir Singkatnya

Ini langkah konkret dalam rangka menstabilkan harga, kalau yang lain-lain harganya masih tetap stabil,” ujarnya.

Ditambahkannya, operasi pasar akan terus berjalan guna mengendalikan atau menjaga inflasi di Kalbar.
Seperti diketahui bahwa semua negara mengalami dampak ketidakstabilan, yang diakibatkan sedang terjadinya perang di beberapa belahan negara.
Termasuk kondisi cuaca ekstrem yakni dampak dari El-Nino, yang mengurangi pasokan bahan pangan.

“Operasi pasar ini akan terus kami laksanakan, karena yang namanya inflasi itu harus dijaga terus-menerus. Sepanjang keadaan dunia ini belum baik-baik saja, seperti Ukraina masih perang sama Rusia, Israel masih mengintervensi perang sama Hamas, Palestina.

Ini akan membawa dampak, karena ada beberapa negara yang berhenti produksi karena perang, dan akan mempengaruhi kita Indonesia,” pungkasnya. (bar/r/Rd)

 

(pontianakpost)

About Admin

Check Also

Asyik Buat Rileks, Resto Arab Hadramot Jakarta Hadirkan Live Musik di Sky View

Jakarta, detikborneo.com  – Hal-hal yang bisa bikin kita happy bersama keluarga dan teman adalah nongkrong …

12 Desa Wisata Kalbar Masuk Nominasi 300 Besar ADWI 2024

Jakarta, detikborneo.com – Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Windy Prihastari mengatakan, sebanyak 12 Desa …

Rayakan Hari Jadi nya, Calysta Skincare Bagikan Progam Kebahagiaan Bagi Para Customer

Bandung, detikborneo.com – Pertumbuhan industri skincare atau kosmetik di Indonesia setiap tahun nya mengalami kenaikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *