
Jakarta, detikborneo.com – Dalam rangkaian acara spesial yang berlangsung di Jakarta Marketing Week 2025, Grand Atrium Kota Kasablanka, Jumat (23/5), film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu resmi meluncurkan Special Trailer dan Official Poster-nya. Peluncuran ini disambut hangat oleh para pemain, sineas, media, serta para undangan yang hadir.
Film ini menandai debut layar lebar dari trio komedi GJLS yakni Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir yang akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 12 Juni 2025.
Mengusung genre drama-komedi keluarga, film ini menceritakan tentang tiga saudara dengan kepribadian yang absurd, egois, dan tidak bisa diandalkan, namun berusaha bersatu demi menggagalkan pernikahan ayah mereka.
Poster resmi film menampilkan wajah para karakter utama yang sengaja dibuat blur, merefleksikan isi kepala mereka yang tak kalah kacau.
Menurut Indra Yudhistira, Executive Producer dari Amadeus Sinemagna, konsep tersebut adalah cerminan dari identitas komedi khas GJLS.
“Kami sengaja bikin posternya blur, karena blur di poster itu mewakili sesuatu yang nggak jelas alias absurd, yang adalah ciri khas dari komedi GJLS. Film ini memang tidak menawarkan kesempurnaan karakter, tapi kekacauan yang penuh kasih sayang namun nggak ketinggalan yang pasti menghibur dan bikin ketawa,” ujar Indra. Ia juga menambahkan bahwa ada karakter misterius yang disensor dalam poster, yang identitasnya baru akan terungkap saat film tayang di bioskop.
Trailer final yang dibagikan melalui akun Instagram resmi @gjls.ibuku.ibuibu dan @gjlsentertainment sukses mengundang gelak tawa netizen. Aksi konyol trio GJLS dalam cuplikan tersebut dianggap mampu membuat penonton tertawa lepas hanya dalam beberapa detik.
Selain ketiga pemeran utama, film ini turut menghadirkan Reynavenzka Deyandra sebagai Yuni, serta penampilan spesial dari Maxime Bouttier dan Umay Shahab yang menambah nuansa komedi semakin kuat.
Monty Tiwa, sang sutradara, mengungkapkan bahwa bekerja sama dengan GJLS adalah pengalaman yang sangat berbeda dan penuh tantangan.
“GJLS itu kayak syuting sambil nongkrong di warung kopi, script bisa berubah tiap 5 menit, bloopers lebih banyak dari take yang benar. Tapi justru di situ letak keajaibannya. Mereka absurd, tapi jujur dan penuh semangat. Saya dan kru ketawa setiap hari selama syuting,” ungkap Monty, sambil tertawa. (Megi)





