
Jakarta, detikborneo.com – Sekretaris Umum Sinode Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI), Dr. Nikodemus Sabudin, M.Th, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas respon cepat Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang turun langsung menemui keluarga korban insiden intoleransi di Padang, Minggu malam (27/7/2025).
“Puji Tuhan, Wali Kota Padang telah menunjukkan keberpihakan pada nilai-nilai konstitusi dan kemanusiaan. Beliau hadir dan memastikan tempat itu tetap bisa digunakan sebagai sarana pembinaan iman, khususnya bagi anak-anak jemaat. Kami sangat mengapresiasi langkah cepat dan tegas beliau,” ujar Dr. Nikodemus, Senin (28/7/2025).
Pertemuan Mediasi Berjalan Baik
Pertemuan untuk meredakan ketegangan berlangsung di Kantor Camat Koto Tangah yang diinisiasi oleh Forkopimcam. Acara itu dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk:
- Wali Kota Padang Fadly Amran
- Camat Koto Tangah
- Kapolsek Koto Tangah
- Ketua FKUB Kota Padang dan anggota
- Ninik mamak, ketua RT/RW, tokoh pemuda
- Pendeta Dachi (GKSI) dan beberapa jemaat
- GAMKI Kota dan Provinsi
- Ketua BAMAGNAS, PGPI, dan BPD GBI Sumatera Barat
- Pembimas Kristen Prov. Sumatera Barat
- Advokat dan Tim Hukum BAMAGNAS serta PGPI
Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa lokasi rumah doa GKSI Anugerah Padang tetap dapat digunakan sebagai tempat pembinaan iman dan ibadah, terutama untuk anak-anak. Bahkan, Wali Kota Padang akan menerbitkan surat resmi penggunaan tempat tersebut dan membiayai kegiatan trauma healing bagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan dan intimidasi.
Proses Hukum Tetap Berjalan
Dr. Nikodemus juga menegaskan bahwa upaya mediasi tidak akan menghentikan proses hukum. Tim hukum dari BAMAGNAS, BPD GBI, dan PGPI bersama advokat senior Yonathan Sirait telah menyusun laporan lanjutan ke Polda Sumbar.
“Semua pelaku kekerasan dan intimidasi terhadap kegiatan ibadah harus diproses hukum tanpa pandang bulu. Penegakan hukum adalah bentuk perlindungan nyata bagi kebebasan beragama di Indonesia,” tegasnya.

Wali Kota Padang pun dikabarkan menyetujui langkah hukum tersebut dan menegaskan bahwa para pelaku harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Upaya kita diberkati Tuhan. Terima kasih atas semua doa dan dukungan dari berbagai pihak. Kami akan terus kawal proses ini hingga keadilan ditegakkan dan hak-hak jemaat dipulihkan sepenuhnya,” tutup Nikodemus. (Bajare007)



