
Bengkayang, detikborneo.com – Tim gabungan dari Indonesia-Malaysia melakukan operasi patroli dan investigasi lintas batas di kawasan Jagoi Babang-Pasar Serikin, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Serikin, Sarawak, Malaysia. Dalam operasi yang dimulai 4 hingga 8 November 2025, tim gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 257 tanaman tanduk rusa (Platycerium).
Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak, Bayu Yuniarto Suharto menjelaskan, patroli bersama ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan serta kesadaran terhadap peredaran tumbuhan, satwa liar, dan jenis ikan dilindungi, mencegah penyelundupan komoditas pertanian, serta memperkuat koordinasi antar instansi di kedua negara dalam pengelolaan wilayah perbatasan.
Patroli diawali dengan koordinasi dan penyusunan strategi pada 4 November guna menentukan langkah efektif untuk operasi selama 5 hari. Koordinasi dan penyusunan strategi ini juga merupakan sarana untuk menyelaraskan visi dari semua pihak yang terlibat.
Pihak yang terlibat terdiri dari Sarawak Forestry Corporation (SFC); Pasukan Gerakan Am Batalion 11 Sarawak (PDRM); Pasukan Polis Marin Wilayah 5 (PDRM); Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura; Satgas Pamtas RI Malaysia Batalyon Arhanud 1 Kostrad (TNI); Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalbar; Balai Penegakkan Hukum Kehutanan Wilayah Kalimantan; Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalbar; Stasiun PSDKP Pontianak; dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI).





