Home / Spiritual / Tuhan Peduli kepada Kita

Tuhan Peduli kepada Kita

| Penulis: Pdt. Paran Sakiu, S.Th

Peduli. Apa arti sepatah kata ini?

Tentu sebanyak kepala, sebanyak itu jawabannya. Namun, dari sekian banyak jawaban tadi, kita bisa sarikan peduli dalam dua patah kata: simpati dan empati.

Peduli berkaitan dengan hati, perasaan dan tindakan. Tanpa ketiga hal itu maka tidak dapat disebut sebagai sebuah kepedulian. Jika disebutkan Allah peduli kepada kita maka itu menunjukkan kepada kepedulian yang mencakup ketiga hal tadi. Kepedulian-Nya ditujukan kepada seseorang. Sekelompok orang. Bahkan kepada semua orang.

Maria adalah wanita satu-satunya yang dikarunia Tuhan untuk mengandung dan melahirkan Yesus Kristus ke dalam dunia. Ia adalah perempuan sederhana dan tinggal di kota kecil di Nazaret, namun akhirnya menjadi ternama sepanjang abad diantara wanita pada umumnya karena kasih karunia Tuhan. Tuhan peduli kepada dirinya.

Maria mengandung dan melahirkan Yesus Kristus yang adalah pencipta langit dan bumi (Yoh.1:3). Mengandung dan melahirkan pribadi yang kekal (Yoh.1:1-3). Mengandung dan melahirkan pribadi yang memberi kehidupan (Yoh.1:4). Dengan dikandung dan dilahirkannya Yesus Kristus ke dunia ini sesungguhnya membuktikan kepedulian Allah kepada Manusia yang berdosa.

Tuhan memilih proses tersebut dengan tujuan mempermudah jalinan antara Diri Tuhan dan manusia. Hanya dengan menjadi manusia-lah nubuatan dalam Perjanjian lama tergenapi. Hanya menjadi manusia-lah Tuhan dapat menyampaikan ajaran-ajaran-Nya. Hanya menjadi manusia-lah Tuhan merasakan penderitaan dan segala macam kehidupan manusia. Hanya menjadi manusia-lah Tuhan dapat menemui manusia sehingga manusia tidak mengalami maut. Sekalipun demikian Dia tetap ditolak.

Kepedulian Tuhan kepada manusia sudah sepatutnya di sambut dan dirayakan sebagaimana Maria, para gembala dan Malaikat di Sorga menyambut dan merayakannya. (Luk.1:46-47; Luk.2:20; Luk.2:13-14). Kitapun seharusnya demikian. Alasannya sangat jelas yakni  karena Allah menunjukkan kepedulian-Nya.

***

Sumber ilustrasi: https://katolisitas.org/wp-content/uploads/2016/06/jesus-membangkitkan-pemuda-naim.jpg

***
Bionarasi

Paran Sakiu, S.Th., M.Pd. dilahirkan di Mentonyek pada 19 Maret 1971. Guru PAK di SMPK Rahmani, pegiat literasi.

Gembala Sidang GKRI Epifania Penjaringan, Jakarta Utara.

Menulis dan menerbitkan buku:

1. Menimba dari Sumur Yakub (Tangerang, 2019)

2. Kumpulan Cerpen: Hari Terakhir (Tangerang, 2020)

Aktif menulis untuk www.detikborneo.com.

Menikah dengan Okseviorita dan telah dikarunia tiga orang anak, menetap di penjaringan, Jakarta Utara.

About Admin

Check Also

Ultah Lim Pak Kung Kung Sukses, Antusias Warga Membeludak Menghadiri dan Saksikan Ritual

Jakarta, detikborneo.com – Masyarakat tumpah ruah di Vihara Lim Pak Kung yang terletak di Jl. …

Penuhi Panggilan DAD Jakarta, Rustono ‘Dewa Datuk’ Beri Klarifikasi dan Minta Maaf kepada Masyarat Dayak

Jakarta, detikborneo.com – Perkumpulan ‘Dewa Datuk’ yang di ketuai Rustono penuhi panggilan Dewan Adat Dayak …

Buntut Selalu Tampil Ciri Khas ‘Dayak’ serta Tak Sesuai Ritual, Akhirnya ‘Dewa Datuk’ di Panggil DAD Jakarta

Jakarta, detikborneo.com – Setelah viral beberapa waktu lalu mendapat pro dan kontra dari masyarakat Dayak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *