Home / Berita / Viral Maradona Hilang Sudah Lima Hari di Hutan Tanah Kayong Ketapang

Viral Maradona Hilang Sudah Lima Hari di Hutan Tanah Kayong Ketapang

Ketapang, Detikborneo.com – Maradona, 28 tahun biasa dipanggil Dona adalah warga Desa Rantau Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Pada tanggal 25 Juli 2021 Dona dan 6 kawannya mau pulang ke kampung halaman naik taksi dari Desa Muntai Kabupaten Ketapang.

Perjalan dari Muntai sudah malam hari, ketika sampai di Desa Suak Burung masih Kabupaten Ketapang Dona minta supir taksi berhenti hendak kencing.

Saat mobil berhenti Dona turun tiba-tiba langsung berlari ke arah hutan dan kebon sawit, waktu saat itu menunjukkan pukul 3 subuh. Para teman yang ada di mobil turut memanggil dan ikut mencari tapi tidak ditemukan. Akhirnya, Dona ditinggalkan oleh teman-temannya.

Sampai saat ini sudah 5 hari pencarian Dona masih belum diketemukan. Leander Rakanda ponakan Dona minta bantuan pihak Koramil dan laporan ke Polsek Balai Bekuak masih belum bisa menemukan jejak di mana posisi Dona Sekarang berada.

Pihak keluarga Dona sudah berusaha bersama dengan warga di sekitar untuk mencari di mana posisi Dona pencarian masih nihil. Lokasi hilangnya Dona di Muntai perjalanan dari arah Tayan maka akan dilewati Balai Bekuak, Simpang Dua, Gerai dan Kampung Muntai.

Warga sekitar berpendapat bahwa kemungkinan Dona disembunyikan oleh penguasa hutan alam gaib di tempat kejadian karena hutan di sana masih dianggap Angker.

Memang banyak orang punya pengalaman misterius saat ada di hutan belantara Ketapang yang masih luas.

Ami 60 tahun warga Pakucing, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang juga pernah mengalami hal yang sama pada tahun 1997. Saat itu masih ramai penambang mencari emas menggunakan mesin donpeng.

Saat itu kira-kira habis makan siang, Ami mencari lahan baru untuk ditambang emasnya. Menggunakan sepeda motor kurang lebih lima belas menit dari kamp bersama para penambang. Ami berhenti, sepeda motor pun diparkir di pinggir jalan kemudian ia masuk hutan kurang lebih 100m dari jalan jalur para penambang biasa lewati.

Saat berada di dalam Ami terkesima dengan yang dilihatnya bahwa ada bangunan Seperti rumah panjang (rumah khas Dayak) besar dan luas. Ami pun mengira itu perkampungan Dayak yang baru ditemuinya. Kehidupan mereka sama seperti layaknya kehidupan masyarakat Dayak pada umumnya. Bedanya yang menjadi pemimpin bukan pria tetapi seorang ratu yang katanya sudah berumur ribuan tahun.

Sang ratu mengatakan bahwa dia sengaja menahan Ami untuk tidak pulang dan menanyakan, kenapa kalian merusak rumah kami (maksudnya hutan)?

Ami pun menjawab, “kami datang dari jauh mencari hidup di sini mohon maaf jika mengganggu sang ratu”.

Akhirnya, sang ratu penguasa alam gaib menahan Ami untuk tidak pulang selama 30 hari.

Sang ratu berpesan agar Ami tidak makan-makanan para penghuni yang ada di rumah panjang itu. Sebagai gantinya Ami hanya diijinkan makan buah-buahan khusus yang diberikan oleh sang ratu.

Warga yang ada di kamp pertambangan heboh Pak Ami hilang. Dan saat dicari yang ditemui hanya motornya yang terparkir di pinggir jalan.

Setiap hari para penambang semua dikerahkan untuk mencari tetapi tidak ada tanda-tanda keberadaan pak Amin. Hingga dipakai cara kearifan lokal masyarakat Dayak yang biasa di sebut Baliatn dalam bahasa Dayak Kanayant. Namun setelah 30 hari pencarian Ami, hasilnya tetap tidak nihil.

Di sisi lain, Pak Ami sebenarnya melihat orang-orang yang mencarinya. Tetapi suaranya tidak bisa didengar oleh teman dan kerabat yang mencarinya sementara Ami tidak bisa beranjak dari tempat penyekapan sang ratu,

Selama 30 hari bersama dengan sang ratu, Ami dikisahkan asal-usul keturunan di istananya. Ami dibekali berbagai pengobatan dan cara menjaga diri dari niat jahat orang. Bahkan diajarkan cara-cara yang negatif. Tetapi jika dilakukan akan ada karma yang ditanggung sampai 7 keturunan. Setelah penyekapan mahkluk gaib, Ami tiba-tiba muncul di belakang kamp penambang dengan tubuh yang sudah lemah lesu dan pucat.

Apakah saat ini Dona juga mengalami nasib yang sama disembunyikan mahluk gaib di tanah Kayong, Kabupaten Ketapang? Di era digital ini rasanya hal ini agak diragukan. Tetapi misteri bumi Borneo masih banyak yang belum tersingkap.

Bagaimana pihak polisi bisa menyingkap misteri hilangnya Dona? Kita berharap jika ada yang berniat jahat agar segera ada titik terang. Namun, bila disembunyikan mahluk gaib mari kita berdoa agar Tuhan menolong Dona.

Pihak keluarga berharap ada Mujizat Jubata (Tuhan) dan Dona bisa berkumpul dengan keluarganya di Desa Rantau. Pihak keluarga juga meminta pertolongan dan doa dari semua pihak agar doa dapat segera di temukan.

Istri dan putrinya semata wayang Dona setiap hari hanya bisa bersedih dan menangis. Menunggu ayah tercinta yang sudah lama tidak pulang. Mendengar kabar ini keluarga seakan tidak percaya. Apalagi Dona bukan orang yang mengidap sakit jiwa maupun punya ilmu supranatural.

Leander Rakanda yang aktif di TNI Ngabang Kabupaten Landak pun memberikan nomor kontaknya. Jika ada yang menemukan keberadaan pamannya Dona harap segera menghubungi ke No. HP: 081346645218.

Rakanda juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang selama lima hari ini telah rela membantu mencari keberadaan pamannya. Dona merupakan adik sang ibu yang saat ini tinggal di Sinakin, Kecamatan Sengah Temilak, Kabupaten Landak. Terakhir, Rakanda mohon agar informasi ini dapat diteruskan. Terutama bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Ketapang. (Bajare007)

About Admin

Check Also

Sikapi Aliran Baru Kekristenan Pewarna Gelar Diskusi Terbatas Menghadirkan Pdt. Martin L Sinaga

Sikapi Aliran Baru Kekristenan Pewarna Gelar Diskusi Terbatas Menghadirkan Pdt. Martin L Sinaga Jakarta, detikborneo.com …

Pameran Budaya Kuping Panjang Wanita Dayak Di Belanda Terlaksana Sukses, Pj Gubernur Kaltim Apresiasi Panitia

Pameran Budaya Kuping Panjang Wanita Dayak Di Belanda Terlaksana Sukses, Pj Gubernur Kaltim Apresiasi Panitia …

Menteri ATR: OIKN Segera Tuntaskan Lahan 2.086 Ha di IKN

Jakarta, detikborneo.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/ BPN) Agus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *