
Sintang, detikborneo.com — Warga Desa Kerapuk Jaya, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, terpaksa menahan kekecewaan setelah penyaluran bantuan sosial (bansos) yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Desember 2025 mendadak ditunda tanpa kepastian. Penyaluran tersebut sedianya dilakukan di Nanga Tebidah, ibu kota Kecamatan Kayan Hulu.
Informasi awal yang meminta warga turun ke Tebidah disampaikan oleh Kepala Desa Kerapuk Jaya, Sengsong, melalui grup WhatsApp warga Kedomba. Dalam pesan itu disebutkan bahwa bantuan sembako berupa beras dan minyak goreng bagi KPM Bansos, PNT, dan PKH akan dibagikan pada tanggal tersebut, serta warga diminta mempersiapkan diri.
Namun pada 2 Desember 2025 siang, warga kembali menerima informasi dari Kepala Desa bahwa penyaluran ditunda karena stok minyak goreng belum mencukupi. Hingga kini, belum ada kepastian jadwal baru dari pihak penyalur bantuan.
Penundaan mendadak ini memicu kekecewaan warga karena perjalanan menuju Nanga Tebidah membutuhkan biaya besar. Merodi, warga Dusun Kedomba, menyebutkan bahwa ongkos ojek motor saja mencapai Rp300 ribu, belum termasuk BBM, makan-minum, serta biaya konsumsi sopir ojek yang harus ditanggung oleh warga. Banyak warga sudah mengeluarkan uang, meninggalkan pekerjaan, dan menempuh perjalanan jauh untuk mengambil bantuan tersebut.
“Modih ke urong, amik ke urong dh ilik obes Ari tuk ta,” ujar Markus (nama samaran) yang berarti “Menyusahkan orang, padahal orang sudah turun semua ke Nanga Tebidah hari ini.” Perjalanan menuju Nanga Tebidah memang tidak mudah. Warga harus menempuh jalur sungai yang memakan waktu seharian atau jalur darat menggunakan sepeda motor dengan biaya yang relatif mahal.
Menanggapi keluhan tersebut, Kades Sengsong menjelaskan bahwa pemerintah desa hanya meneruskan informasi dari petugas kecamatan yang bertanggung jawab atas pendistribusian bantuan. “Kami hanya menyampaikan informasi yang kami terima. Perubahan jadwal bukan dari pemerintah desa,” ujarnya saat dikonfirmasi media ini.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan petugas penyalur dapat memberikan informasi yang lebih jelas, terkoordinasi, dan tepat waktu, sehingga tidak terjadi kerugian atau mobilisasi warga secara sia-sia. Untuk menuju Tebidah, warga harus menggunakan sepeda motor atau speedboat, dan seluruh biaya transportasi ditanggung sendiri.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai jadwal penyaluran bansos yang baru. (Bajare007).





