
Jakarta, detikborneo.com – Kehangatan, tawa, dan rasa syukur memenuhi Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (19/1/2026). Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA ID) mengawali tahun 2026 dengan menggelar Ibadah Syukur dan Refleksi Awal Tahun bertema “Mengubah Sunyi Menjadi Syukur” dengan subtema “Aksi Kepedulian Pewarna ID bersama Lansia Tangguh”.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni rohani, melainkan aksi nyata kepedulian sosial. Puluhan lansia hadir dan merasakan kebersamaan yang hangat, menyatu dengan pengurus serta anggota PEWARNA ID. Kesunyian yang kerap menyelimuti masa lanjut usia berubah menjadi ruang perjumpaan penuh keceriaan.
- Baca juga: Lawadi Nusah Resmi Pimpin Pewarna Indonesia PD Kaltim: Siap Layani Tuhan Lewat Jurnalisme
Ketua Umum PEWARNA ID, Yusuf Mujiono, menegaskan bahwa pewartaan sejati tidak berhenti pada penyampaian informasi.
“Dari balik meja redaksi, kami terpanggil untuk hadir langsung, memeluk, dan menguatkan para lansia. Hari ini kita mengubah kisah kesendirian menjadi sukacita bersama,” ujarnya.
Ketua Panitia, Nick Irwan, menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan ini tidak lepas dari dukungan para donatur, baik anggota maupun jejaring PEWARNA ID. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang telah menopang kegiatan tersebut.

Renungan firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. DR. dr. Ruyandi Hutasoit. Dengan pendekatan komunikatif, ia menguatkan para lansia melalui pesan pengharapan di masa tua, sekaligus membagikan tips praktis menjaga kesehatan dan kebugaran di usia senja. Penyampaian ini disambut antusias dan penuh interaksi.
Momen paling menyentuh terjadi saat para lansia dengan sukarela membagikan sepenggal kisah hidup mereka. Tantangan ekonomi dan keterbatasan fisik diceritakan bukan dengan keluhan, melainkan dengan rasa syukur dan senyuman yang tulus.
Suasana semakin semarak ketika pembawa acara Elly Simatupang, bersama pemusik, mengajak para lansia bernyanyi dan berjoget bersama, memecah sekat usia dan mematahkan sunyi. Sebelumnya, acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh James Danar, anggota PEWARNA Daerah Jakarta.

Sejumlah tokoh Kristen dan perwakilan PEWARNA Daerah Jakarta turut hadir, di antaranya Rumondang Sitompul, Sahrianta Tarigan, dan Romo Kefas, menambah kekhidmatan dan makna kebersamaan.
Dukungan penuh juga diberikan oleh tuan rumah, Pdt. Albert Muntu, Gembala GPdI Pasar Rebo, bersama Ibu Gembala, keluarga, dan jemaat, sehingga seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan penuh nuansa kekeluargaan.
“Rasanya seperti menemukan keluarga baru. Sunyi saya hari ini hilang, digantikan syukur dan tawa,” ungkap salah satu lansia dengan mata berkaca-kaca, sembari menerima paket sembako yang diserahkan panitia Grollus Daniel.
Melalui ibadah, kesaksian, kebersamaan, serta penyaluran paket sembako, PEWARNA ID kembali menegaskan komitmennya: menghadirkan pewartaan yang hidup, menyentuh, dan berpihak pada mereka yang kerap terpinggirkan. Sebuah pesan kuat bahwa iman, kepedulian, dan tindakan nyata selalu berjalan seiring. (Bajare007)






