Home / Budaya / Hasun Ledung Penari Kampung Melenggang ke Istana Negara

Hasun Ledung Penari Kampung Melenggang ke Istana Negara

Jakarta, detikborneo.com – Salah satu ciri khas dari Suku Bangsa Dayak yang membawa bisa terkenal adalah dengan tarian yang dimiliki.

Sosok Tarian atau penari Dayak menjadi salah satu promosi yang paling ampuh untuk memperkenalkan kebudayaan suku bangsa Dayak kepada masyarakat luas bahkan hingga kancah Internasional.

Dan seharusnya beberapa pemangku daerah sudah selayaknya memperhatikan para penggiat budaya yang sudah terus memperkenalkan dan mempromosikan budayanya lewat lewat talenta masing-masing.

Mengenal penari Dayak bernama lengkap Stefanus Hasun Ledung. Pria kelahiran 46 silam asal Dayak Kayaan Mendalam Kapuas Hulu Putusibau Kalbar sudah lama bergelut dalam tarian budaya Dayak.

Hasun saat menari di Istana Negara

BACA JUGA : Pameran Budaya Kuping Panjang Wanita Dayak Di Belanda Terlaksana Sukses, Pj Gubernur Kaltim Apresiasi Panitia

Pada tahun 1997, ia memutuskan untuk merantau ke Jakarta. Terhitung mulai sejak dari SD dirinya sudah mulai tampil menari di dalam berbagai event di daerahnya.

Dalam budaya Nari, Hasun memang bidangnya. Tak hanya tampil di acara-acara biasa atau lokal, dirinya juga sudah tampil di beberapa stasiun televisi swasta yang besar, hingga menari di istana negara.

“Pernah nari di TV, RCTI, TVRI, Indosiar, Trans7. Dan yang berkesan adalah menari di Istana Negara pada saat hari Sumpah Pemuda.” Ucap Hasun.

Tidak hanya menari, Hasun juga dipercayakan di beberapa sanggar dan menjadi penasehat beberapa komunitas.

BACA JUGA : Jeffry: Penari Ganteng dari Kalimantan

“Nari SD. Datang ke Jakarta th 97 dan saya menari sampai sampai sekarang. Pernah bergabung di sanggar yang di Jakarta seperti
Tinggang Madang, Hengkung Kayaan, Bungga Terong, Dayak Youth Communiti. Dan saya juga jadi panesehat Dango Khatulistiwa Jakarta (Mahasiswa/i Kalbar Jkt)” terang Hasun.

Ia berharap kaum milenial nama sekarang bisa terus menjaga penggunaan kostum atau baju adat yang dimiliki, karena dikatakan Hasun itu bisa menjelaskan identitas.

“Harapan nya tidak muluk-muluk, untuk anak muda Dayak, tetap melestarikan budaya kita sesuai perkembangan adat yang ada. Terus menjaga kostum / baju adat yang benar sesuai pada jaman leluhur kita. Karna baju adat itu adalah sangat penting untuk menjelaskan identitas kita” Terang Hasun. (Rd)

detikborneo

About detikborneo

Check Also

Windy Prihastari Buka ‘Barape Sawa’ di Bengkayang, Berharap Dongkrak Jumlah Wisatawan

Bengkayang, detikborneo.com – Pejabat Ketua TP PKK Windy Prihastari sekaligus Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan …

12 Desa Wisata Kalbar Masuk Nominasi 300 Besar ADWI 2024

Jakarta, detikborneo.com – Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Windy Prihastari mengatakan, sebanyak 12 Desa …

Karnaval Budaya Meriahkan Pekan Gawai Dayak ke 38 di Kalbar

Pontianak, detikborneo.com – Karnaval Budaya berupa pawai kendaraan hias dan berjalan bersama dengan pakai khas …