
Sintang, detikborneo.com — Kepala Desa Kerapuk Jaya, Sengsong, memberikan klarifikasi terkait terjadinya mis-komunikasi mengenai penundaan pendistribusian bantuan sosial (bansos) berupa beras dan minyak goreng untuk warga Desa Kerapuk Jaya, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang.
Sebelumnya, Kades Sengsong melalui grup WhatsApp warga telah menyampaikan bahwa pendistribusian bansos direncanakan berlangsung pada 3 Desember 2025 di kantor kecamatan Nanga Tebidah. Dalam pengumuman tersebut, warga penerima manfaat—KPM Bansos, PNT, dan PKH—diminta mempersiapkan diri serta dapat berkoordinasi dengan perangkat desa seperti Rahap, Dius Selomo/Ebol, dan Tika untuk informasi lebih lanjut.
Baca juga: Bansos di Kayan Hulu Mendadak Ditunda, Warga Kerapuk Jaya Kecewa dan Merugi
Namun pada 2 Desember 2025 siang, muncul pemberitahuan terbaru di grup WhatsApp yang sama bahwa penyaluran bansos ditunda, karena stok minyak goreng masih kurang dan pihak penyalur masih menunggu kiriman tambahan dari pusat. Kondisi ini menyebabkan terjadinya mis-komunikasi, terutama karena sebelumnya sudah ada warga yang bersiap dan bergerak menuju Nanga Tebidah.
Berdasarkan informasi di lapangan, sekitar 10 warga dari total 92 penerima manfaat sudah terlanjur turun ke Nanga Tebidah untuk mengambil bantuan tersebut. Meski jumlahnya tidak banyak, sebagian warga merasa kecewa karena penundaan terjadi setelah mereka menempuh perjalanan dan mengeluarkan biaya transportasi.
Menanggapi hal ini, Kades Sengsong menegaskan bahwa penundaan tersebut bukan keputusan pemerintah desa, melainkan informasi resmi dari petugas kecamatan dan Bulog.
“Kami hanya meneruskan informasi yang kami terima. Hari dan tanggal penyaluran masih menunggu konfirmasi dari Bulog. Jika sudah pasti, akan segera kami sampaikan melalui grup,” jelasnya.
Informasi tambahan menyebutkan bahwa truk pengangkut bansos baru dijadwalkan tiba di Nanga Tebidah pada 3 Desember 2025, sehingga jadwal penyaluran harus disesuaikan dengan kedatangan logistik tersebut.
Kades Sengsong meminta masyarakat tetap bersabar dan menunggu pengumuman resmi. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa berkomitmen memberikan informasi terbaru seakurat mungkin sesuai arahan pihak penyalur. “Kami memahami adanya ketidaknyamanan, namun kami berusaha memastikan informasi yang disampaikan sesuai dengan data yang kami terima,” ujarnya.
Masyarakat berharap proses komunikasi antara kecamatan, Bulog, dan pemerintah desa dapat berjalan lebih tertata, sehingga kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Hingga berita ini diturunkan, jadwal baru pendistribusian bansos untuk Desa Kerapuk Jaya masih menunggu konfirmasi resmi dari Bulog dan pihak kecamatan. (Bajare007)





