24.9 C
Singkawang
More
    BerandaUncategorizedLima Hal Ini yang Disampaikan Marthin Billa ke Presiden Joko Widodo Saat...

    Lima Hal Ini yang Disampaikan Marthin Billa ke Presiden Joko Widodo Saat Acara Ritual di Titik Nol IKN Nusantara.

    Jakarta, detikborneo.com -Terjadinya riak-riak dimedia terkait informasi tidak diundangnya Tokoh Dayak Dr. Marthin Billa, MM yang mana saat ini selaku pimpinan tertinggi seluruh organisasi masyarakat adat Dayak yakni jabatan Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) acara Ritual Penyatuan Tanah dan Air Nusantara serta kemah Presiden Joko Widodo bersama Para Menteri dan 5 (lima) Gubernur Se-Kalimantan di Titik Nol IKN Nusantara Sepaku Kalimantan Timur pada tanggal 14 Maret 2022.

    Hari ini selasa, 15 Maret 2022 Kantor Sekretariat MADN mengeluarkan rilis dimedia online dan wa group, yang disampaikan oleh Drs. Yakobus Kumis, MH sekjen MADN. Adapun rilisnya sebagai berikut:

    Kepada Yth.
    Seluruh pengurus MADN dan DAD se-Indonesia.

    Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata.

    Menanggapi munculnya tanggapan beragam soal tidak hadirnya Presiden MADN dalam kunjungan dan Perkemahan Presiden RI bersama para mentri dan gubernur serta tokoh adat dan tokoh agama di titik nol IKN Nusantara, Pak Presiden MADN meminta kita untuk tidak mempersoalkannya.

    Beliau menjelaskan bahwa undangan tokoh adat dan tokoh agama diundang hanya sebatas yang hanya di Kabupaten Penajam Paser Utara saja. Maka kita sudah meminta Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) PPU Hellena Sumual untuk sampaikan 5 (lima) hal langsung dengan Presiden RI Joko Widodo.

    Ketua DAD PPU Helena Sumual diberi kesempatan pertama untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Dayak oleh Presiden Joko Widodo, adapun 5 (lima) hali itu yakni:

    1. Minta Pemerintah kebijakan khusus untuk pembangunan SDM Dayak.
    2. Minta ikut ada Deputy dan jajaran pejabat otorita orang Dayak.
    3. Minta kebijakan khusus lahan untuk perkampungan masyarakat adat Dayak.
    4. Minta lahan di ring 1(satu) atau sesuai arahan Presiden RI seluas minimal 20 ha untuk rumah adat sebagai pusat pengembangan kebudayaan Dayak atau Dayak Center.
    5. Pemerintah wajib memperhatikan penduduk lokal dayak sekitar IKN Nusantara untuk diberdayakan dan dilindungi keberadaannya.

    Setelah itu Ketua DAD PPU Helena Sumual menyerahkan baju adat Dayak kepada Presiden RI Joko Widodo sebagai kenang-kenangan.

    Terima kasih salam
    Drs. Yakobus Kumis, MH.
    Sekjen MADN.

    Demikian rilis yang disampaikan dan Yakobus Kumis juga menyampaikan agar semua warga Masyarakat Adat Dayak tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi pihak-pihak yang ingin menganggu ketentraman di Pulau Kalimantan yang saat ini sudah terjaga dengan baik bersama Pemerintah daerah ditiap Provinsi. (Bajare007).

    latest articles

    explore more

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini