
Jakarta, detikborneo.com – Forum Dayak Kalimantan Barat Jakarta (FDKJ) Koordinator Wilayah Jakarta Barat menggelar Perayaan Natal 2025 bersama. Bertempat di GKRI Epifania, Jalan Bandengan Utara Raya No. 80 RT 007/RW 007, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (18/1/2026)
Perayaan Natal tahun ini mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga dan Solidaritas Dayak Kalimantan Barat di Perantauan.” Tema tersebut menegaskan makna kehadiran Allah dalam kehidupan keluarga sekaligus memperkuat persaudaraan dan solidaritas masyarakat Dayak Kalimantan Barat yang hidup di tanah rantau.
Natal FDKJ Korwil Jakarta Barat turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan tamu undangan, di antaranya Lawadi Nusah, S. Pd dan Albinus Milu, M. Pd yang mewakili MADN dan DAD, serta perwakilan ketua Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) wilayah DKI Jakarta Nini Magdalena, M. Th bersama seluruh tamu undangan dan warga Dayak Kalimantan Barat.

Meski perayaan Natal tahun ini berlangsung di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat, di mana akses jalan menuju lokasi sempat tergenang banjir akibat tingginya intensitas hujan sejak dini hari, acara tetap berjalan dengan sukses, tertin lancar. Kondisi tersebut tidak mengurangi antusiasme diaspora Dayak Kalimantan Barat untuk tetap hadir dan merayakan Natal bersama.
Dalam khotbah Natal, Ps. Davit menyampaikan pesan bahwa Allah sangat peduli terhadap keluarga, hadir untuk menyelamatkan, memberkati, dan menyertai setiap perjalanan hidup umat-Nya. Ia juga membagikan kesaksian pribadi tentang penyertaan Tuhan atas keluarganya, khususnya anaknya yang kini menjadi atlet dan kehidupannya dibiayai oleh pemerintah, sebagai bukti nyata karya Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua FDKJ Korwil Jakarta Barat Rudito, S.M dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan serta warga Dayak Kalimantan Barat. Ia menekankan pentingnya menjaga solidaritas, rasa kekeluargaan, dan kepedulian sosial di tengah kehidupan perantauan.

“Dengan memupuk persaudaraan dan rasa saling peduli, warga Dayak Kalimantan Barat di Jakarta akan tetap eksis, kuat, dan mampu menghadapi tantangan modernisasi,” ujarnya.
Suasana Natal semakin khidmat ketika Lagu “Jubata” dibawakan oleh perwakilan warga. Lagu tersebut mengingatkan bahwa rasa syukur kepada Sang Pencipta harus senantiasa mengiringi setiap langkah dan perjalanan hidup.
Rangkaian acara ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah, sambil menikmati hidangan khas Kalimantan. Kebersamaan tersebut semakin mempererat suasana kekeluargaan dan solidaritas, menghadirkan kehangatan Natal di tengah kehidupan perantauan. (Rudi Rehan)





