Home / Sosok / Nini Magdalena: Seniman Dayak yang Melayani dengan Kasih

Nini Magdalena: Seniman Dayak yang Melayani dengan Kasih

| Penulis: Lisa Mardani

Seniman Dayak yang satu ini ibarat ilmu padi yang makin berisi makin merunduk. Meski telah banyak makan asam garam kehidupan, ia tetap rendah hati, mau berbaur dengan kaum muda bahkan anak kecil sekalipun.

Ia melayani dan menolong sesama tanpa membedakan agama, ras, maupun suku tertentu. Apapun juga yang ia perbuat terhadap sesama, dilakukannya dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Baginya, setiap insan diciptakan sama untuk tujuan yang mulia. Semua manusia berharga di hadapan Sang Pencipta. Ia sosok yang peduli dan mengayomi. Melayani dengan kasih, itulah yang beliau tanamkan dalam prinsip hidupnya.

Bagi yang sering menyaksikan event budaya dan pentas seni di ibu kota, tentu sosok ini sudah tidak asing lagi. Terutama dalam tarian tradisional suku Dayak.

Dia bernama Nini Magdalena. Dia dikenal dengan sebutan nama “bu Nini”. Nini Magdalena, lahir di Setolo, 13 Maret 1977. Desa Setolo terletak di Darit, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Setelah tamat dari SMA Negeri 3 Singkawang, Kalbar, ia pergi menimba ilmu di tanah Jawa. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan S1 dengan gelar S.Th., di sebuah perguruan tinggi di Jakarta. Selesai menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Teologi LETS Jakarta.

Nini Magdalena mengabdikan hidupnya untuk melayani Tuhan dan sesama. Mulai dari ibu kota hingga pelosok desa.

Ia menikah dengan seorang pria bernama Tri wahyu Wicaksono dari suku Jawa. Lewat pernikahannya, kini Nini telah dikaruniai satu orang putri dan dua orang putra.

Yang unik dan menarik dari Nini Magdalena ialah, meskipun telah menjadi hamba Tuhan dengan berbagai kesibukannya di ibu kota, ia tidak pernah lupa dengan adat dan budaya. Hingga kini tetap eksis dalam melestarikan budaya, terutama dalam tarian tradisional Dayak dan lagu-lagu daerah yang menguatkan hati.

Nini Magdalena merupakan seniman Dayak yang multi talenta. Selain pandai menari, ia juga terampil dalam memainkan alat musik, menyanyi dengan suara yang merdu dan mengarang lagu.

Demi melestarikan budaya dan menghadirkan suasana kampung di ibu kota, bersama keluarga tercinta ia mengelola kedai kopi YIAB, yang menyediakan menu tradisional khas Dayak Kalimantan.

Nini Magdalena juga membuka sanggar yang diberi nama “Sanggar YIAB”. Tidak hanya tari dan musik, Sanggar YIAB juga menyediakan berbagai atribut dan aksesoris Dayak.

Referensi:

R. Masri Sareb Putra. 2019. 101 Tokoh Dayak Yang Mengukir Sejarah 3. Tengerang: Lembaga Literasi Dayak. hlm. 165-166.

***

Bionarasi

Lisa Mardani, S.Pd.K., dilahirkan di Kepingoi, Kalimantan Barat pada 11 Oktober 1986. Seorang perempuan dari suku Dayak Uud Danum. Sejak tahun 2021 aktif menulis feature tentang suku Dayak Uud Danum.

About Admin

Check Also

Nyelong Simon Ketua Umum LPDN Janji Akan Kirim 1000 Penari Kolosal Perempuan Dayak HUT RI Ke-78 Di IKN Saat Bertemu Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik

Nyelong Simon Ketua Umum LPDN Janji Akan Kirim 1000 Penari Kolosal Perempuan Dayak HUT RI …

Fridolinus Peno, Putra Bengkayang Satu-satunya Orang Dayak Menjadi Akuntan Publik Kalimantan Barat

Jakarta, detikborneo.com – Menjadi seorang akuntan publik mungkin suatu karier yang langka bagi kebanyakan orang. …

Surat Terbuka Untuk Presiden Joko Widodo dari Tito Fratno Ketungau Hulu Kalimantan Barat

Jakarta, detikborneo.com – Merasa infrastruktur belum di perbaiki dan terisolir, kekayaan alam yang habis di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *