
Samarinda, detikborneo.com — Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (DPW ICDN) Kalimantan Timur Periode 2025–2030 yang digelar di Olah Bebaya, Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Jumat (28/11/2025), berlangsung meriah, khidmat, dan penuh semangat kebangkitan Dayak.
Acara ini semakin istimewa karena dihadiri berbagai tokoh penting dari tingkat nasional, provinsi, akademisi, hingga pemuka agama.
Tokoh-Tokoh yang Hadir: Dr. Willy Midel Yoseph, Ketua Umum DPN ICDN, Dr. Tirta, Wakil Sekretaris Jenderal DPN ICDN, bersama jajaran Pengurus DPN ICDN Dr. Abriantinus, S.H., M.A., Dr. Fredrik Bid, Prof. Dr. Adri Paton, Prof. Edwin Halim, Heri Saman, S.H., M.H., Ketua DPW ICDN Kalimantan Barat. Ketua Harian DPW ICDN Kalimantan Utara. Lawadi Nusah Sekretaris ICDN DK Jakarta, Rektor Universitas Mulawarman, diwakili Prof. Dr. Ndan Imang, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Yonavina, S.Sos, Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Para tokoh adat, cendekiawan, pemuda, tokoh agama dan tokoh pengusaha.
Selain itu, Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Rudi Mas’ud, S.E., M.E., yang berhalangan hadir, melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Politik dan Hukum Brigjen TNI (Pur.) Arie FF Sembiring, S.IP., M.E., menyampaikan ucapan selamat kepada A. Vendy Meru, S.H. atas terpilihnya sebagai Ketua DPW ICDN Kaltim.

Gubernur Dr. H. Rudi Mas’ud: SDM Dayak Harus Jadi Pemain Utama
Dalam pidato yang dibacakan Brigjen (Pur.) Sembiring, Gubernur menegaskan pentingnya peran strategis masyarakat Dayak dalam pembangunan Kalimantan Timur dan masa depan Ibu Kota Negara (IKN).
“Dayak tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus menjadi pemain utama dalam pembangunan Kaltim,” tegasnya.
Gubernur juga menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi untuk berkolaborasi dengan ICDN dalam program-program pengembangan pendidikan, kebudayaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Pidato Perdana A. Vendy Meru, S.H.:
“Bila Dayak Bersatu, Tidak Ada yang Mustahil”
Dalam pidato perdananya sebagai Ketua Terpilih, A. Vendy Meru, S.H. menyampaikan orasi yang kuat, emosional, dan menggugah semangat persatuan Dayak.
“Saya sebagai Ketua Terpilih yakin dan percaya seribu persen. Bila kita memiliki persepsi yang sama, menyatukan strategi, visi, konsep, dan dedikasi kita untuk membangun Dayak, tidak ada yang mustahil.”
Vendy juga menegaskan bahwa persatuan Dayak bukan hanya didukung oleh kekuatan manusia, tetapi juga oleh dukungan rohani.
“Apalagi ketika perjuangan ini didukung oleh hamba-hamba Tuhan dan para pendeta. Jangankan jabatan, jangankan posisi atau usaha—bahkan setan pun takut ketika Dayak bersatu.”
Pidato ini disambut tepuk tangan panjang, mencerminkan optimisme dan energi baru dalam kepemimpinan ICDN Kaltim.
Momen Konsolidasi dan Kebangkitan ICDN Kaltim
Pelantikan ini menandai babak baru konsolidasi cendekiawan Dayak di Kalimantan Timur. Dengan dukungan kepengurusan nasional dan lintas provinsi, ICDN Kaltim diharapkan mampu menjadi motor: pengembangan SDM Dayak, penguatan budaya dan identitas, serta peningkatan representasi Dayak dalam posisi-posisi strategis pemerintahan dan publik. (Bajare007)





