
Jakarta, detikborneo.com — Musibah banjir dan longsor yang menimpa sejumlah wilayah di Sumatera Utara menimbulkan keprihatinan mendalam, khususnya bagi warga perantauan yang berasal dari daerah terdampak. Salah satunya Berlin Lumbantobing, warga asal Tarutung yang telah lebih dari 20 tahun tinggal dan bekerja di Jakarta.
Berlin mengungkapkan rasa sedih sekaligus penyesalan atas terjadinya bencana tersebut. Ia menilai, kerusakan alam yang terjadi tidak lepas dari ulah oknum yang tamak dan serakah dalam mengeksploitasi sumber daya alam tanpa memikirkan dampaknya.
“Karena keserakahan oknum sehingga alam rusak dan menyebabkan bencana seperti ini. Kalau sejak dulu berpikir lebih baik, mungkin alam tidak rusak seperti ini,” ujarnya dengan nada kecewa.
BACA JUGA : Menteri LH Terjunkan Tim Kaji Bencana Banjir Bandang di Sumatera
Ia juga menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai abai dan diduga berpihak kepada para pengusaha yang mengeksploitasi kawasan hutan tanpa kontrol ketat.
“Bisa juga salah pemerintah yang seolah berpihak kepada pengusaha. Sekarang nasi sudah jadi bubur,” saat di wawancarai detikborneo.
Melihat kampung halamannya diterjang bencana, Berlin mengaku sangat sedih. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah maupun pusat harus turun tangan lebih cepat dan memastikan bantuan sampai kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
“Saya berharap pemerintah cepat memperhatikan dan setiap bantuan harus tepat dan cepat. Pemerintah harus bereskan kekacauan ini,” tegasnya. Berlin berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga agar pengelolaan lingkungan di Sumatera Utara dibenahi, sehingga bencana serupa tidak kembali terulang di masa depan. (Rudi Rehan)





