Home / Sosok / Aliman Syahrani: Belajar, Bukan Sekolah

Aliman Syahrani: Belajar, Bukan Sekolah

| Penulis R. Masri Sareb Putra

Aliman Syahrani dilahirkan di Datar Balimbing, sebuah kampung di kaki gunung Kantawan, Loksado, Hulu Sungai Selatan pada 30 Desember 1976.

Kakek dari ayahnya adalah Dayak Kaharingan dari pedalaman Meratus, di kawasan Paramasan, kabupaten Banjar, Martapura, Kalsel, yang kemudian memeluk Islam setelah menikah dengan neneknya yang berasal dari desa Banua Hanyar, Kandangan.

Tinggal dan dibesarkan dalam keluarga Nahdiyin dan menjalani pendidikan agama di lingkungan tradisional kaum Nahdlatul ‘Ulama, kini justru jadi aktivis Muhammadiyah.

Pendidikan formal diselesaikannya di SDN Murata Tanuhi yang terletak di seberang kampungnya. Ia melanjutkan ke SMPN Loksado, 8 kilometer dari kampungnya, berjalan kaki, membelah lebatnya belantara pegunungan Meratus.

Keterbatasan ekonomi keluarga hanya mengantarkannya bersekolah hingga Madrasah Aliyah Darul Ulum Kandangan, 35 kilometer dari tempat lahirnya. Namun, hal itu tidak membuat keinginannya untuk belajar terhenti begitu. Ia yakin, yang membuat seseorang pandai dan sukses bukan karena sekolah, melainkan karena belajar.

Ketika mendapat ijasah, orang biasanya berhenti sekolah dan dinyatakan tamat. Namun, belajar tidak pernah mengenal kata “lulus”. Maka Aliman pun belajar secara autodidak. Ia menerjuni dunia penulisan kreatif. Sekian waktu menggeluti dan mengasah diri di bidang wordsmart itu, ia dikenal sebagai penulis fiksi, baik puisi, cerpen, novel, esai dan karya kreatif lainnya yang diterbitkan di sejumlah media massa.

Sebagian karya tulisnya, sudah terbit dalam bentuk buku. Selain fiksi, ia juga menulis esai. Topiknya seputar Dayak Meratus dan Banjar. Ia juga menulis masalah sosial keislaman yang produktif dan makin mendapat tempat di berbagai media dan perhatian khalayak.

Atas kiprah dan upaya menulis Dayak dari dalam, di lingkungannya Aliman pun dikenal luas. Karya tunggalnya berupa buku adalah

  1. Palas (novel), Pustaka Banua dan Forum Kajian Budaya Banjar (2004).
  2. Menangkis Jampi-Jampi Agama; Memaknai Kembali Ritus, Ajaran dan Seremoni Agama (sosial keislaman), Tahura Media (2009).
  3. Menjemba Jejak Berlari, Dindang Ligun Karasmin di Hulu Sungai Selatan (budaya), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Hulu Sungai Selatan (2012).

Karya tulisnya yang lain tersebar di berbagai media, seperti: Djendela Serawak (Malaysia), Album Cerpen Anggi (Surabaya), SKH Dinamika Berita (Banjarmasin), SKH Kalimantan Post (Banjarmasin), SKH Banjarmasin Post (Banjarmasin), Tabloid Bebas (Banjarmasin), SKH Metro Banjar (Banjarmasin), SKH Borneo Post (Banjarmasin), SKH Barito Post (Banjarmasin), SKH Radar Banjarmasin (Banjarmasin), SKM (KMD) Kompost (Banjarmasin), SKM (KMD) Kalimantan Post (Banjarmasin), SKH Sinar Kalimantan (Banjarmasin), SKH Media Kalimantan (Banjarmasin), tabloid Jum’at Serambi Ummah (Banjarmasin), Tabloid Mingguan Berita Banua Kita (Tanjung), Tabloid Budaya Wanyi (Banjarmasin), Tabloid Budaya Gerbang (Kandangan), Bulletin PII Ashabul Kahfi (Banjarmasin), Risalah Istiqamah (Kandangan), Fastabiqul Kahirat (Barabai), sejumlah website, dan lain-lain. Karya-karyanya tersebut juga dibacakan di RRI Banjarmasin dan sejumlah radio swasta di Banua Lima atau pada lomba-lomba baca puisi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Ia juga pernah dan masih aktif di sejumlah organisasi, baik sebagai anggota maupun pengurus. Berpengalaman sebagai jurnalis dan redaktur di berbagai media, antara lain sebagai koresponden SKH Borneo Post (Banjarmasin), Tabloid Mingguan Berita Banua Kita (Banjarmasin), staf redaksi Tabloid Budaya Gerbang (Kandangan), dan pimpinan redaksi buletin Risalah Istiqamah (Kandangan).

***

Bionarasi

R. Masri Sareb Putra, M.A., dilahirkan di Sanggau, Kalimantan Barat pada 23 Januari 1962. Penulis Senior. Direktur penerbit Lembaga Literasi Dayak (LLD). Pernah bekerja sebagai managing editor dan produksi PT Indeks, Kelompok Gramedia.

Dikenal sebagai etnolog, akademisi, dan penulis yang menerbitkan 109 buku ber-ISBN dan mempublikasikan lebih 4.000 artikel dimuat media nasional dan internasional.

Sejak April 2021, Masri mendarmabaktikan diri menjadi Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), Institut Teknologi Keling Kumang.

About Admin

Check Also

Nyelong Simon Ketua Umum LPDN Janji Akan Kirim 1000 Penari Kolosal Perempuan Dayak HUT RI Ke-78 Di IKN Saat Bertemu Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik

Nyelong Simon Ketua Umum LPDN Janji Akan Kirim 1000 Penari Kolosal Perempuan Dayak HUT RI …

Fridolinus Peno, Putra Bengkayang Satu-satunya Orang Dayak Menjadi Akuntan Publik Kalimantan Barat

Jakarta, detikborneo.com – Menjadi seorang akuntan publik mungkin suatu karier yang langka bagi kebanyakan orang. …

Surat Terbuka Untuk Presiden Joko Widodo dari Tito Fratno Ketungau Hulu Kalimantan Barat

Jakarta, detikborneo.com – Merasa infrastruktur belum di perbaiki dan terisolir, kekayaan alam yang habis di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *