32.3 C
Singkawang
More
    BerandaSpiritualDampak dari Sebuah Doa

    Dampak dari Sebuah Doa

    | Penulis: Paran Sakiu

    Rasul Paulus tidak pernah mengabaikan kehidupan doa. Ia berdoa dengan setia baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan orang lain. Bahkan tanpa ragu dia menuliskan sukacitanya dalam menaikkan doa untuk jemaat yang ada di Filipi (Flp. 1:4).

    Ia menuliskan pokok doanya. Ia menuliskan dampak dari pokok doa yang di doakan (Flp. 1:9-11). Ia juga selalu mengingatkan supaya setiap orang tekun berdoa (1Tes. 5:17).

    Mengapa Rasul Paulus terus mencontohkan kehidupan doa dan mengingatkan jemaat bertekun ke dalam doa? Jawabannya karena dampak dari sebuah doa itu luar biasa.

    Perhatikan dengan baik pokok doa dari Rasul Paulus. Ia berdoa supaya jemaat yang ada di Filipi memiiki kasih. Kasih yang berbeda dengan kasih yang dipahami dan dipraktekkan oleh dunia ini. Kasih yang dimotivasi dan dipraktekkan dalam pengetahuan dan pengertian yang benar jauh dari monoton (Flp. 1:9).

    Apabila kasih disertai dengan pengetahuan yang benar. Dalam berbagai pengertian yang benar maka dampaknya sangat dahsyat. Orang tersebut akan mampu memilih keputusan yang baik. Jauh dari dosa. Ia akan berbuah kebenaran (Flp. 1:10-11).

    Jemaat Tuhan masa kini hendaknya mengambil bagian dalam berdoa. Berdoa secara terus- menerus untuk mendoakan saudara seiman.

    Mereka perlu didoakan supaya memiliki kasih dalam pengetahuan yang benar. Pengertian yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Mengenai dampaknya akan terlihat dalam Gereja Tuhan. Berdampak baik bagi lingkungannya.

    Seseorang akan mampu membuat keputusan yang baik. Hidup suci. Mengerjakan sesuatu dengan benar. Semuanya bermuara kepada Yesus Kristus. Itulah dampak dari sebuah doa bagi sesama.

    Ilustrasi: pixabay.com

    ***

    Bionarasi

    Paran Sakiu, S.Th., M.Pd. dilahirkan di Mentonyek pada 19 Maret 1971. Guru PAK di SMPK Rahmani, pegiat literasi.

    Gembala Sidang GKRI Epifania Penjaringan, Jakarta Utara.

    Menulis dan menerbitkan buku:

    1. Menimba dari Sumur Yakub (Tangerang, 2019)

    2. Kumpulan Cerpen: Hari Terakhir (Tangerang, 2020)

    3. Kumpulan Cerpen: Seusai Pesta Naik Dango (Tangerang, 2021)

    4. Panglima Jilah (Tangerang, 2022)

    Aktif menulis untuk www.detikborneo.com.

    Menikah dengan Okseviorita dan telah dikarunia tiga orang anak, menetap di penjaringan, Jakarta Utara.

    latest articles

    explore more

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini