Home / Uncategorized / Gasing Permainan Tradisional Indonesia Terancam Punah, Di Perkenalkan Kembali Acara Gawai Dayak 2022 Di Jakarta.

Gasing Permainan Tradisional Indonesia Terancam Punah, Di Perkenalkan Kembali Acara Gawai Dayak 2022 Di Jakarta.

Akankah Pengelola Jakarta International Stadium (JIS), stadion olah raga kebangaan Jakarta yang baru ini ikut mengakat permainan tradisional Pangka Gasing menjadi olah raga yang diperlombakan di PON?

Jakarta, detikborneo.com – Menurut Unicef 2600 permainan tradisional Indonesia terancam punah diantara Gasing. Gasing adalah permainan tradisional Indonesia termasuk dalam Warisan Budaya Takbenda (WBTB) sudah ada turun temurun dari Aceh sampai Papua menjadi aset budaya Indonesia jika tidak diperkenalkan terus menerus akan hilang karena kemajuan teknologi dan Gasing juga ada di China dan Jepang.

Permainan tradisional Gasing dalam kebudayaan Dayak di Kalimantan Barat Sub Suku Dayak Kanayatn pada umumnya sangat erat hubungannya dengan Gawai Naik Dango (Pesta Ucapan Syukur Panen Padi).

Pada jama dahulu permainan gasing dilakukan saat pulang panen padi diladang sebagai obat untuk penyemangat capek bekerja seharian maka para lelaki yang biasanya bertugas untuk mengangkut padi mengunakan keranjang bahasa Dayak Kanayatn disebut Dondong/ Jare/ Dubang yang terbuat dari anyaman rotan bentuk agak lancip kebagian bawah dan bulat keatas seukuran antara 50-70 cm dan tinggi 70-100cm.

Jadi Para Pria ini harus cepat menyelesaikan tugasnya saat panen bersama biasa disebut alek’atn (kerja gotong royong). Terkumpul di rumah orang yang kedapatan jadwal kegiatan panen bersama (menarik alek’atn/ kerja gotong royong ).

Guna melepaskan lelah bekerja mereka biasanya pada jaman itu sudah dipersiapkan alat permainan gasing hasil karya sendiri.

Jadi setelah sampai dirumah sambil menunggu para wanita yang masih di perjalanan untuk melanjutkan pekerjaan lainya maka pria ini melakukan permainan pangkak gasing.

Gasing Khas Kalimantan Barat

Bahan gasing terbuat dari Kayu Besi (Buliatn), Kayu Laban/ Abatn/ Kayu Akar Pohon Kopi dibentuk seukuran gelas bulat lancip kebawah diatas tidak terlalu lancip ditengah-tengahnya dikasih seperi menonjol seukuran jempol dari lingkaran tengah ke atas fungsinya untuk mengaitkan tali terbuat dari kulit tarap saat dilemparkan ke tanah kering dan rata maka gasing akan berputar kencang dan lama ini bisa terjadi jika sang pemain sudah lihai dan mahir untuk memainkannya.

Putaran pertama bisanya dilakukan siapa yang lama berputar diberikan kesempatan untuk permainan berikutnya menumbangkan gasing lawan yang kalah saat pertama star sudah tumbang duluan.

Asiknya permaina gasing ini jika bahan kayu yang kita bentuk terbuat dari kayu pilihan maka jika dipangkak (disodok) dengan Gasing lawan tidak mudah pecah dan masih tetap kokoh berputar itu menjadi kebanggaan tersendiri atas hasil karya pemainnya.

Permainan Gasing ada empat filosofi pembentukan Karakter Pemainya:

  1. Mandiri = Bahan gasing dibuat sendiri dengan mencari kayu yang kuat dan tidak mudah pecah saat dipakai pihak lawan.
  2. Sabar =Tradisi membuat gasing cukup sabar setelah dibentuk sesuai dengan keinginan, diamplas mengunakan kulit ikan (jaman dulu belum ada bahan amplas dari kertas seperti sekarang). Biar bagus licin dan rapi bentuk nya.
  3. Rajin berlatih= sebelum ikut berlomba dengan teman-teman sang pencipta gasing akan mengetes gasingnya berulang-ulang supaya layak ikut bertanding. Karena jika saat pertandingan berlangsung Gasing nya kena pangkak dan pecah sang pencipta akan merasa malu sekali.
  4. Pahlawan= Sang pemain gasing yang hebat dan bisa mengalahkan lawan-lawannya menjadi kebanggaan tersendiri.

Sehingga momen-momen ini yang sering dilakukan saat Pesta Naik Dango yang terjadi di Kalimantan Barat sebagai kegiatan kalender wisata dibulan Mei, saat ini tertunda sejak ada pandemi covid-19.

Permainan gasing sangat layak diusulkan menjadi oleh raga pada acara Pekan Olahraga Nasional (PON). Sudah ada dari daerah yang mengusulkan tapi belum direspon positif oleh kementerian pemuda dan olahraga, kemungkinan belum ada standar khusus yang menjadikannya saat ini hingga bisa diikut sertakan pada pertandingan di PON. Apalagi pada bulan Maret 2022 ada yang istimewa di Jakarta yakni peresmian stadion olah raga Jakarta Internasional Stadium (JIS). Akankah permainan olah raga tradisional Indonesia Gasing dan Sumpit bisa ikut menyemarkan kemegahan Jakarta Internasional Stadium?

Jakarta Internasional Stadium

Ide ini perlu kita dukung guna melestarikan warisan budaya tak benda agar terpelihara seperti permainan tradisional sepak takraw dan pencak silat, ujar Lawadi Nusah.

Guna mendukung agar Permainan tradisional Indonesia Gasing tidak punah maka Lawadi Nusah Sekum Dewan Adat Dayak (DAD) DKI Jakarta bekerjasama dengan Pemda DKI Jakarta saat akan datang melakukan acara Gawai Dayak 2022 dibula Mei akan mengadakan Pameran Kuliner Khas Kalimantan mengikut sertakan Permain Gasing dan Lomba Sumpit sebagai andalan untuk lomba antar komunitas Dayak dan Masyarakat luas yang mengenal permainan ini untuk diperkenalkan kembali kembali kepada generasi muda agar Budaya ini tidak punah tergerus kemajuan jaman.

Acara gawai ini atas inisiasi dan ajakan dari Taufan Bakri Kepala Badan Kesbangpol Pemprov DKI Jakarta untuk diadakan Pameran Kuliner Khas Kalimantan saat menghadiri acara Natal Warga Dayak DKI Jakarta dan Sekitarnya pada 29 Januari 2022 di Mall Seaseon City Lantai P4 Jakarta Barat. Merespon inisiasi dan ajakan tersebut Tamunan Kiting dan Lawadi Nusah Pengurus DAD DKI Jakarta mengirim surat dan mendatangi Kantor Kesbangpol untuk menindaklanjuti rencana kegiatan ini.

Dihadapan Lawadi dan Albinus Kaban Kesbangpol menyampaikan: Kita mengundang Masyarakat Adat Dayak untuk menjadi penyelengara acara kegaitan Pameran Kuliner dan akan melibatakan ormas Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dan 34 Kantor Penghubung di DKI Jakarta serta komunitas UMKM DKI Jakarta untuk mensuskseskan acara tersebut, tempat bisa di Lapangan Parkir Irti Monas atau Kantor Wali Kota tentu saja masa pandemi covid-19 omicron bisa mereda pada saat acaranya nanti, ujar Taufan Bakri.

Dalam tradisi budaya Dayak Kegiatan Festival Budaya biasa juga disebut Gawai Naik Dango (Pesta Syukuran Panen Padi) Karena kondisi di Jakarta warganya tidak ada yang petani maka acara akan dikemas Gawai Dayak 2022 sebagai ajak silaturahmi sesama warga Dayak di Jakarta dan memperkenalkan produk-produk kerajinan lokal, kuliner dan atraksi Budaya: Lomba Sumpit, Lomba Tarian, Lomba Pencak Silat, Lomba Tarik Suara dan Pragaan Busana Khas Bumi Kalimantan dalam rangka menyambut IKN Nusantara, kata Timotius Sipur Ketua Panitia Gawai Dayak 2022.

Pembahasan terkait kriteria dan pesyaratan dalam pertandingan acara Gawai Dayak 2022 akan disampaikan lebih lanjut, ujar Sipur. (Bajare007)

About Admin

Check Also

Penutupan Tempat Ibadah GKPS Purwakarta Dikarenakan Tak Berijin

Purwakarta, detikborneo,com -Penutupan tempat ibadah jelang tahun politik makin masiv setelah terjadi di Lampung, Lumajang …

Keren Alue Dohong Akan Memfasilitasi Anggota TBBR Menjadi Bagian Penjaga Hutan Di Kementerian LHK

Toho Kab Mempawah, detikborneo.com – Peringatan Hari Ulang Tahun Keramat Patih Patinggi yang dilaksanakan dari …

Dua Maestro Dayak, Bidang Musik Sape Dan Gitar Memeriahkan Hari Musik Nasional 2023 Di Jakarta

Poto: Fery Sape, Lawadi Nusah (Sekum DAD DKI Jakarta) Dan Eet Sjahranie Jakarta, detikborneo.com -Hari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *