24.9 C
Singkawang
More
    BerandaUncategorizedPabayo Simbol Gawai Dayak Yang Hampir Punah

    Pabayo Simbol Gawai Dayak Yang Hampir Punah

    Dewan Adat Dayak (DAD) DKI Jakarta Mendapat Piagam Penghargaan Dari Kementrian Deperteman Dalam Negeri.

    Jakarta, detikborneo.com – Pabayo namanya dalam Bahasa Dayak Kanayatn, Suku Dayak yang populasi Terbesar Di Kalimantan Barat ada di 7 Kabupaten dan Kota, ujar Hondi Timanggong Adat Dayak Desa Capkala Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat, saat dihubungi via whatsapp.

    Pembaca Doa (Bapamang/Babamang) atau Imam Adat Dayak Kanayatn disebut Panyangahatn saat menyampaikan ucapan syukur atas hasil panen padi maupun ucapan syukur kepada Jubata (Tuhan) agar acara pesta gawai berjalan lancar supaya tidak ada halangan acara saat gawai Dayak di sub suku Dayak Kanayatn erat kaitanaya dalam acara ritual Gawai Dayak.

    Pabayo terbuat dari bambu dan diraut mengunakan pisau kecil disebut insaut dengan gagang agak melengkung, yang panjang kurang lebih 30-50 cm.

    Tidak semua orang Dayak Kanayatn yang mempunyai keahlian meraut bambu ini jika tidak punya keahlian khusus, saat ini sudah hampir jarang karena para ahlinya orang tua dan sesepuh adat di kampung sudah banyak yang meninggal, mudah-mudahan Pemda Kalbar acara Gawai Naik Dango bisa diadakan lomba membuat PABAYO dan juga Lomba menlukis Gunapm atau Perisai.

    Pabayo biasa di gunakan untuk tempat menaruh sesajen untuk kepercayaan leluhur Dayak Kanayatn yang masih Kaharingan (kepercayaan hormat kepada leluhur dan alam semesta).

    Saat ini seiring dengan perjalanan waktu dan moderenisasi Pengunaan Pabayo sebagai hiasan dan ornamen saat ada event kegiatan tertentu seperti acara gawai naik dango (Pesta Panen Raya) dan kegiatan kebudayaan lainnya banyak kita lihat di tradisi Dayak Kanayatn.

    Karena dinilai mempunyai makna religius kebudayaan Dayak Pabayo juga banyak digunakan acara keagamaan sebagai simbol budaya adat Dayak Kanayatn.

    Akankah Pabayo bisa dipertahankan sampai turun temurun, generasi muda Dayak yang saat ini setiap saat hanya terbiasa memegang hp dan laptop?

    Lawadi Nusah Sekum Dewan Adat Dayak DKI Jakarta dan Wakil Ketua Panitia Gawai Dayak Jakarta 2022 bersama Panitia akan memarekan Pabayo dan semua jenis praga tradisi Gawai di acara Gawai Dayak Jakarta 2022 pada tanggal 21-22 Mei 2022 di lapangan Banteng Jakarta.

    Bukan hanya Pabayo khas Dayak Kanayatn yang akan menjadi dekorasi Gawai Dayak Jakarta 2022 ini tapi ada juga Kelebu terbuat dari kayu diraut lebih panjang yang menjadi ciri khas Gawai Dayak di Kalimantan Utara dan mungkin dari wilayah lain ada ciri yang sama silahkan diajukan ke Pantai, ujar Lawadi Nusah.

    Kelebu rautan kayu ciri gawai Dayak Kayan dan Dayak Kenyah yang banyak berdomisili di Kalimantan Utara juga akan dipajang mengelilingi lapangan banteng yang mempunyai luasnya 230 x 250 meter mudahan ada pemda yang atau Donatur yang menyumbang, ujar Lawadi.

    Lapangan banteng akan menjadi saksi sejarah peradaban kebudayaan Dayak di Jakarta yang warga Dayaknya beragam, menurut Taufan Bakri Kepala Badan Kesbangpol Pemprov DKI Jakarta warga Dayak berjumlah kurang lebih 20.000 orang belum termasuk warga Dayak yang berdomisili di kota penyangga ibu kota Jakarta seperti: Bekasi, Bogor, Depok dan Tangerang.

    Mohon dukungan doanya agar acara dapat terlaksana dengan baik dan pandemi bisa mereda, kata Lawadi.

    Tamun Kiting Ketua Umum DAD DKI Jakarta dan Ketua Panitia Lomba Mars Video FPK Tahun 2021 menyampaikan: Selain acara Gawai Dayak akan dilaksanakan juga Sekalian dalam kegiatan yang sama “Festival Gasing Nusantara” yang sudah direspon positif oleh Adi mewakili Direktorat Jendral Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri saat memberikan Piagam Penghargaan kepada Dewan Adat Dayak DKI Jakarta pada pekan lalu, yang mana DAD DKI Jakrta telah sukses menjadi Panitia Bersama Lomba Video Clips Mars Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dengan Tema: Merajut Ke-Bhinekaan Tunggal Ika-an Perkokoh Persatuan dan Kesatuan” Tahun 2021.

    Jadi acara Gawai yang dikemas sekaligus dengan Festival Gasing Nusantara 2022 bisa menjadi daya tarik untuk pariwisata domestik dan mancanegara di Jakarta jika pandemi omicrone bisa mereda, ujar Tamunan. (Bajare007)

    latest articles

    explore more

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini