
Pontianak, detikborneo.com – Dalam semangat memperkuat peran strategis masyarakat Dayak dalam pembangunan nasional, Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 pada tanggal 17–19 Mei 2025, yang akan ditutup dengan Seminar Nasional bertajuk “Empowering the Generation: No Dayak Left Behind” pada Senin, 19 Mei 2025 di Ballroom Hotel Mercure, Pontianak, Kalimantan Barat.

Seminar ini akan menghadirkan tokoh-tokoh nasional dan Dayak terkemuka sebagai narasumber, antara lain: Dr. (H.C.) Cornelis, Dr. Drs. Marthin Billa, MM, Lasarus, S.Sos., M.Si, Maman Abdurrahman, ST, Prof. Stella Christie, Ph.D, dan Datuk Seri Panglima Dr. Jeffrey G. Kitingan, dengan Prof. Dr. Adri Patton, M.Si sebagai moderator.
Tujuan utama seminar ini adalah membangun kesadaran kolektif masyarakat Dayak sebagai pewaris peradaban bangsa, memperkuat persatuan, serta merumuskan strategi ke depan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Prof. Stella Christie akan menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia Dayak agar mampu berperan aktif dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Sementara itu, Datuk Jeffrey G. Kitingan akan mendorong generasi muda Dayak untuk menguasai ilmu, teknologi, dan politik demi menghadapi tantangan global.
Maman Abdurrahman, Menteri UMKM RI, akan memaparkan peluang ekonomi lokal bagi masyarakat Dayak melalui pengembangan usaha dan keterlibatan dalam proyek strategis nasional, termasuk IKN. Dr. Marthin Billa akan membahas urgensi perlindungan tanah adat dan hak-hak hukum masyarakat Dayak di tengah arus pembangunan yang masif.

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, akan menyoroti ketimpangan infrastruktur di Kalimantan dan perlunya kebijakan pembangunan yang lebih adil dan merata. Sedangkan Dr. (H.C.) Cornelis akan menegaskan pentingnya penguatan politik identitas Dayak melalui wadah intelektual seperti ICDN untuk memperjuangkan kepentingan kolektif suku bangsa Dayak.
Kegiatan ini akan dihadiri lebih kurang dari 500 peserta dari berbagai kalangan: pengurus dan anggota ICDN se-Kalimantan, pejabat pemerintah, akademisi, tokoh adat, pemuda, mahasiswa, hingga organisasi kemasyarakatan. Hasil seminar ini diharapkan dapat melahirkan rekomendasi strategis dan tuntutan konkret kepada pemerintahan Prabowo-Gibran, agar masyarakat Dayak menjadi pelaku utama pembangunan bangsa.
“ICDN hadir bukan hanya sebagai forum ilmiah, tapi sebagai kekuatan moral dan intelektual untuk memastikan tidak ada lagi Dayak yang tertinggal,” tegas Prof. Eusabinus Bunau, Ketua Panitia Munas.
Untuk informasi hadir seminar karena tempat terbatas para tokoh Dayak, para pengurus ormas dan warga Dayak silahkan hubungi Sekretariat DPN ICDN di Betang Dohop Hadohop, Palangka Raya, atau kontak: Drs. Yurianson Djata (0811 529 969) dan Yuandrey Serang (0853 9056 8454) atau bisa juga menghubungi: Konfirmasi kehadiran peserta Munas ke – II diharapkan dapat disampaikan selambat – lambatnya pada
tanggal 10 mei 2025, kontak person mengenai kehadiran dan teknis pelaksaan dapat menghubungi :
a. Prof. Eusabinus Bunau, S.Pd., M.Si., Ph.D. : 0812 5662 550 (Ketua panitia lokal)
b. Kurnianto Rindang, SP : 0821 5177 1477 Sekretaris panitia lokal
c. Tirta Susila, D.Th: 0812 5471 0156 Ketua panitia nasional. (Bajare007)





