Home / Uncategorized / Cornelis: “Kasus Penolakan TBBR Di Kalteng Cari Aktor Intelektualnya”

Cornelis: “Kasus Penolakan TBBR Di Kalteng Cari Aktor Intelektualnya”

Drs. Cornelis, MH

Cornelis: “Kasus Penolakan TBBR Di Kalteng Cari Aktor Intelektualnya”

Jakarta, detikborneo.com – Acara Silaturahmi Nasional Masyarakat Dayak ( Sinamada) dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 Desember 2021 Hotel Ibis Jakarta. Acara yang dijadwalkan jam 14.00 WIB mundur setengah jam dan baru bisa dilaksanakan jam 14,30 WIB Acara seremonila pun dilaksanakan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Saat membuka Acara Silaturahmi Di Mulai kata sambutan Ketua Panitia Dr. Andrie Ellia, mohon maaf atas keterbatas acara yang agak dadakan dan kurang persiapan intinya semua dilakukan untuk keutuhann satu Darah Dayak.

Player undangan Acara Sinamada

Dr. A. Teras Narang, SH yang menjadi Keynote Speaker hadir via zoom menyampaikan Suku Bangsa Dayak harus ingat sejarah Persatuan Dayak, Perjanjian Tumbang Anoi 1894 menjadi pegangan bersama untuk keutuhan Suku Bangsa Dayak supaya kita dimanapun berada Kita adalah satu, kita satu suku Bangsa Dayak. Dayak harus memperkuat persatuan dan kesatuan, Maju terus tingkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya maunsia Dayak, sehingga bisa menjadi terang dan garam bagi orang disekitar kita. Supaya suku bangsa Dayak bisa dihormati orang lain.

Dr. Agustus Teras Narang, SH hadir secara online via zoom meeting

Tampak hadir dalam acara Sinamada sebagai pembicara Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) ke dua Drs. Cornelis, MH menyampaikan: Kita memerlukan manusia-manusia Dayak yang cerdas dan pintar. Cerdas itu dimulai saat masih di dalam kandungan dengan asupan nutrisi yang cukup dan bergizi sehingga ketika lahir bertumbuh sehat dan berpendidikan sehingga dapat bersaing, jangan kita hanya bisa saling menyalahkan terhadap orang lain.

Macam kasus TBBR di Kalimantan Tengah itu harus dicari aktor intelektualnya siapa, itu pasti dimainkan oleh orang-orang politik, kita cari dan dekati dan dibina jangan main emosi. Karena yang berbahaya jika saling berhadapan Dayak lawan Dayak.

Untuk memperjuangkan kepentingan Dayak tetap dibutuhkan banyak-banyak Organisasi Dayak meskipun bukan semua menjadi underbow MADN tetapi semua oraganisasi Dayak wajib untuk ikut aturan main sesuai dengan undang- undang yang berlaku.

Cornelis memetik pernyataan Amir Machmud bahwa jika berorganisasi ada atauran main (Role Off The Game) dan ada aturan main ormas jangan mau main bertindak sendiri.

Begitu juga masyarakat kita (Dayak) jangan mau diasut orang lain. Seperti kasus TBBR yang ribut juga sama-sama orang Kalteng juga, jika dibiarkan hancur kita dan wajib rendah hati satu sama lainya jangan sombong.

Kita ini tidur diatas Batu Bara, Emas, Minyak Bumi, Gas dan dikelilingi kayu banyak orang yang mau menguasainya sehingga memecah belah kita, maka sadarlah hai orang Dayak jangan berkelahi terus sebagai orang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus baca firman Tuhan dan lakukan sepuluh Firman Allah. Jangan lagi ribut-ribut. Ujar Cornelis

Jaman sudah canggih saat ini Israel saja sudah bisa ciptakan senjata laser padahal negaranya kecil kunci mereka taat melakukan firman Tuhan.

Dr. Marthin Billa, MM

Presiden MADN ke dua Dr. Martin Billa, MM, Juga menyampaikan: Silaturahmi sesama warga Dayak dari tiap daerah membuat kita hidup dengan kasih sayang senang sehingga gembira sekali dan sesuai dengan kehendak Tuhan maka kita akan diberikan berkat dan rejeki olehNya, Jangan saling sikut, fitnah atau bersaing tidak sehat bagaimana kita mau diberkati Tuhan? Itulah pentingnya Silaturahmi Lebih lanjut Setelah silaturahmi untuk menjadi exsistensi hilangkan Ego Sektoral atau Ego Wilayah, jangan terlalu menganggap diri lebih besar dan kuat sebab kita ini sama dihadapan Tuhan dan tetap satu Suku Bangsa Dayak.

Jangan memisahkan diri karena perbedaan wilayah tetapi tetap jaga harkat martabat Dayak untuk bersatu. tutur Marthin.

Ketua Panitia Dr. Andrie Elia, M.Si Rekor Universitas Palangka Raya Sangat mengapresiasi kehadiran Teras Narang, Cornelis dan Marthin Billa serta Para Ketua Ormas Dayak yang sudah menyempatkan diri untuk hadir acara Silaturahmi Nasional Nasional Masyarakat Dayak (Sinamada) baik Hadir langsung mau pun yang online.

Tema dalam kegiatan ini: Membangun Rekonsiliasi Dan Memperkuat Persaudaraan Bagi Seluruh Bangsa Dayak, Guna Memantapkan Eksistensi Serta Peran Masyarakat Dayak Dalam Pembangunan Nasional.

Meskipun kegiatan ini terkesan dadakan tapi karena ada rasa Satu Darah Dayak banyak yang mau hadir karena situasi pandemi kita batasi.

Dalam sesi kedua acara Sinamada dilaksanakan dialog tidak untuk saling menjatuhkan tetapi untuk berdiskusi untuk kemajuan Dayak ujar Dr. Yovinus Ketua Umum Forum Intelektual Dayak (FIDN) sebagai Pengagas Acara Sinamada ini dan Yovianus pun mengundang maju kedepan untuk memandu dialog kepada Dr. Andrie Elia dan Dr. Andersius Namsi, Ph.D

Mari kita sesama Masyarakat Dayak saling menghormati sesuai dengan perwujudan melaksanakan amanah para leluhur kita pada Perjanjian Tumbang Anoi 1894 sesama Masyarakat Dayak saat ini jangan ribut tetap kedepankan Satu Darah Dayak dan sebaiknya para intelektual Dayak untuk memperkenalkan dan membuat literasi muatan lokal suku Dayak, jangan sampai ada orang Dayak yang tidak bisa berbahasa ibunya. Karena saat ini orang lain sangat aktif mengagas muatan lokal dalam budaya mereka jika kita tidak berbuat dari sekarang maka budaya Dayak akan punah.

Andersius Namsi Wakil Presiden MADN bidang Internal mewakili Presiden MADN untuk hadir sampai akhir menyampaikan bahwa kecintaan budaya Dayak maka kesatuan Darah Satu Dayak yang terdiri dari 405 bahasa tetap terjaga jangan seperti Korea satu bahasa dan budaya tetapi sampai saat ini masih belum bisa bersatu hendak belajar dengan Suku Bangsa Cina yang Ter diri dari ribuan bahasa tapi tetap maju dan bersatu.

Jika Dayak ingin maju mari rawat bersama satu kesatuan Satu Darah Dayak. Ujar Namsi.

Acara berlangsung sampai jam 21.30 banyak para tokoh yang hadir diantaranya: Nyelong Simon, Nicodemus Toun, Abriantinus, Jiuhardi, dan lainnya menyampaikan untuk penting selalu silaturahmi dan berdialog minimal tiga bulan sekali supaya kecintaan Satu Darah Dayak tetap terjaga. (Bajare007)

About Admin

Check Also

Penutupan Tempat Ibadah GKPS Purwakarta Dikarenakan Tak Berijin

Purwakarta, detikborneo,com -Penutupan tempat ibadah jelang tahun politik makin masiv setelah terjadi di Lampung, Lumajang …

Keren Alue Dohong Akan Memfasilitasi Anggota TBBR Menjadi Bagian Penjaga Hutan Di Kementerian LHK

Toho Kab Mempawah, detikborneo.com – Peringatan Hari Ulang Tahun Keramat Patih Patinggi yang dilaksanakan dari …

Dua Maestro Dayak, Bidang Musik Sape Dan Gitar Memeriahkan Hari Musik Nasional 2023 Di Jakarta

Poto: Fery Sape, Lawadi Nusah (Sekum DAD DKI Jakarta) Dan Eet Sjahranie Jakarta, detikborneo.com -Hari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *