Home / Uncategorized / Masih Terendam Banjir, Dua Kabupaten di Kalbar Masuk Status Tanggap Darurat
Masih Terendam Banjir, Dua Kabupaten di Kalbar Masuk Status Tanggap Darurat KALIMANTAN BARAT, BNBABEL.COM - Akibat intensitas hujan yang cukup tinggi menyebabkan banjir dan tanah longsor terjadi di dua kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat, yaitu Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sambas dan Kota Singkawang. Berdasarkan keterangan dari Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, per tanggal 5 Maret 2023, bencana banjir semakin meluas di beberapa wilayah. Hingga hari ini di tercatat Kabupaten Bengkayang ada 14 desa dari 5 Kecamatan yang terdampak, yaitu Kecamatan Jagoi Babang, Kecamatan Sanggau Ledo, Kecamatan Ledo, Kecamatan Seluas, dan Kecamatan Siding. Sementara jumlah penduduk terdampak 1.133 KK, 4.033 jiwa. Kemudian di Kabupaten Sambas ada 48 desa dari 16 kecamatan yang terdampak, yaitu Kecamatan Sajingan Besar, Kecamatan Galing, Kecamatan Paloh, Kecamatan Subah, Kecamatan Teluk Keramat, Kecamatan Sejangkung, Kecamatan Sambas, Kecamatan Tekarang, Kecamatan Pemangkat. Lalu Kecamatan Tebas, Kecamatan Salatiga, Kecamatan Jawai, Kecamatan Jawai Selatan, Kecamatan Selakau, Kecamatan Selakau Timur, dan Kecamatan Sajad. Dengan jumlah penduduk terdampak 4.481 KK, 15.828 jiwa. Kepala BPBD Provinsi Kalbar, Daniel menjelaskan jika saat ini untuk Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sambas sudah ditentukan menjadi status tanggap darurat. Namun, dia sebutkan hingga saat ini untuk datanya masih belum dilakukan pembaharuan untuk masuk ke pusat pengendalian operasi Ia menegaskan artinya dengan penetapan sebagai status tanggap darurat ini pemerintah kabupaten maupun provinsi akan lebih maksimal untuk mendorong personil dan peralatan sekaligus bantuan logistik ke daerah tersebut. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kebutuhan dasar berupa makanan cepat saji, pakaian, air bersih khususnya bagi kebutuhan bayi. "Saat ini bantuan sudah mulai didatangkan ke daerah bencana oleh BPBD provinsi Kalbar dan instansi terkait di provinsi ini," ujarnya. Lebih lanjut ia sebutkan penyebab banjir di Kalbar ini adalah selain karena adanya intensitas hujan yang sangat tinggi terdapat persoalan lainnya yaitu terjadinya pendangkalan Sungai Kapuas yang seharusnya dalamnya 7 meter sekarang hanya tinggal 4.5 meter. Menurut Daniel, salah satu solusinya ialah harus dilakukan pengerukan Sungai Kapuas, akan tetapi untuk melakukan pengerjaan tersebut sudah menjadi kewenangan pemerintah pusat. "Kita berharap pemerintah tetap bisa memberikan bantuan kepada seluruh korban. Kami menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat baik secara pribadi maupun organisasi untuk berbagi kasih kepada saudara kita yang tertimpa musibah. Saat ini kita juga sudah membuka posko-posko di setiap Kantor BPBD kabupaten untuk menampung bantuan dari masyarakat yang akan disalurkan ke daerah bencana," pungkasnya. Diakhir wawancara, dirinya mengharapkan kepada masyarakat di daerah bencana untuk tetap waspada karena dikhawatirkan ada banjir susulan. (Ibnu)

Masih Terendam Banjir, Dua Kabupaten di Kalbar Masuk Status Tanggap Darurat

Pontianak, Detikborneo.com – Akibat intensitas hujan yang cukup tinggi menyebabkan banjir dan tanah longsor terjadi di dua kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat, yaitu Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sambas dan Kota Singkawang. Berdasarkan keterangan dari Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, per tanggal 5 Maret 2023, bencana banjir semakin meluas di beberapa wilayah.

Hingga hari ini di tercatat Kabupaten Bengkayang ada 14 desa dari 5 Kecamatan yang terdampak, yaitu Kecamatan Jagoi Babang, Kecamatan Sanggau Ledo, Kecamatan Ledo, Kecamatan Seluas, dan Kecamatan Siding. Sementara jumlah penduduk terdampak 1.133 KK, 4.033 jiwa.

Kemudian di Kabupaten Sambas ada 48 desa dari 16 kecamatan yang terdampak, yaitu Kecamatan Sajingan Besar, Kecamatan Galing, Kecamatan Paloh, Kecamatan Subah, Kecamatan Teluk Keramat, Kecamatan Sejangkung, Kecamatan Sambas, Kecamatan Tekarang, Kecamatan Pemangkat. Lalu Kecamatan Tebas, Kecamatan Salatiga, Kecamatan Jawai, Kecamatan Jawai Selatan, Kecamatan Selakau, Kecamatan Selakau Timur, dan Kecamatan Sajad. Dengan jumlah penduduk terdampak 4.481 KK, 15.828 jiwa.

Kepala BPBD Provinsi Kalbar, Daniel menjelaskan jika saat ini untuk Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sambas sudah ditentukan menjadi status tanggap darurat. Namun, dia sebutkan hingga saat ini untuk datanya masih belum dilakukan pembaharuan untuk masuk ke pusat pengendalian operasi

Ia menegaskan artinya dengan penetapan sebagai status tanggap darurat ini pemerintah kabupaten maupun provinsi akan lebih maksimal untuk mendorong personil dan peralatan sekaligus bantuan logistik ke daerah tersebut. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kebutuhan dasar berupa makanan cepat saji, pakaian, air bersih khususnya bagi kebutuhan bayi.

“Saat ini bantuan sudah mulai didatangkan ke daerah bencana oleh BPBD provinsi Kalbar dan instansi terkait di provinsi ini,” ujarnya.

Lebih lanjut ia sebutkan penyebab banjir di Kalbar ini adalah selain karena adanya intensitas hujan yang sangat tinggi terdapat persoalan lainnya yaitu terjadinya pendangkalan Sungai Kapuas yang seharusnya dalamnya 7 meter sekarang hanya tinggal 4.5 meter. Menurut Daniel, salah satu solusinya ialah harus dilakukan pengerukan Sungai Kapuas, akan tetapi untuk melakukan pengerjaan tersebut sudah menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Kita berharap pemerintah tetap bisa memberikan bantuan kepada seluruh korban. Kami menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat baik secara pribadi maupun organisasi untuk berbagi kasih kepada saudara kita yang tertimpa musibah. Saat ini kita juga sudah membuka posko-posko di setiap Kantor BPBD kabupaten untuk menampung bantuan dari masyarakat yang akan disalurkan ke daerah bencana,” pungkasnya.

Diakhir wawancara, dirinya mengharapkan kepada masyarakat di daerah bencana untuk tetap waspada karena dikhawatirkan ada banjir susulan. (Ibnu)

Masih Terendam Banjir, Dua Kabupaten di Kalbar Masuk Status Tanggap Darurat

KALIMANTAN BARAT, BNBABEL.COM – Akibat intensitas hujan yang cukup tinggi menyebabkan banjir dan tanah longsor terjadi di dua kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat, yaitu Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sambas dan Kota Singkawang. Berdasarkan keterangan dari Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, per tanggal 5 Maret 2023, bencana banjir semakin meluas di beberapa wilayah.

Hingga hari ini di tercatat Kabupaten Bengkayang ada 14 desa dari 5 Kecamatan yang terdampak, yaitu Kecamatan Jagoi Babang, Kecamatan Sanggau Ledo, Kecamatan Ledo, Kecamatan Seluas, dan Kecamatan Siding. Sementara jumlah penduduk terdampak 1.133 KK, 4.033 jiwa.

Kemudian di Kabupaten Sambas ada 48 desa dari 16 kecamatan yang terdampak, yaitu Kecamatan Sajingan Besar, Kecamatan Galing, Kecamatan Paloh, Kecamatan Subah, Kecamatan Teluk Keramat, Kecamatan Sejangkung, Kecamatan Sambas, Kecamatan Tekarang, Kecamatan Pemangkat. Lalu Kecamatan Tebas, Kecamatan Salatiga, Kecamatan Jawai, Kecamatan Jawai Selatan, Kecamatan Selakau, Kecamatan Selakau Timur, dan Kecamatan Sajad. Dengan jumlah penduduk terdampak 4.481 KK, 15.828 jiwa.

Kepala BPBD Provinsi Kalbar, Daniel menjelaskan jika saat ini untuk Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sambas sudah ditentukan menjadi status tanggap darurat. Namun, dia sebutkan hingga saat ini untuk datanya masih belum dilakukan pembaharuan untuk masuk ke pusat pengendalian operasi

Ia menegaskan artinya dengan penetapan sebagai status tanggap darurat ini pemerintah kabupaten maupun provinsi akan lebih maksimal untuk mendorong personil dan peralatan sekaligus bantuan logistik ke daerah tersebut. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kebutuhan dasar berupa makanan cepat saji, pakaian, air bersih khususnya bagi kebutuhan bayi.

“Saat ini bantuan sudah mulai didatangkan ke daerah bencana oleh BPBD provinsi Kalbar dan instansi terkait di provinsi ini,” ujarnya.

Lebih lanjut ia sebutkan penyebab banjir di Kalbar ini adalah selain karena adanya intensitas hujan yang sangat tinggi terdapat persoalan lainnya yaitu terjadinya pendangkalan Sungai Kapuas yang seharusnya dalamnya 7 meter sekarang hanya tinggal 4.5 meter. Menurut Daniel, salah satu solusinya ialah harus dilakukan pengerukan Sungai Kapuas, akan tetapi untuk melakukan pengerjaan tersebut sudah menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Kita berharap pemerintah tetap bisa memberikan bantuan kepada seluruh korban. Kami menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat baik secara pribadi maupun organisasi untuk berbagi kasih kepada saudara kita yang tertimpa musibah. Saat ini kita juga sudah membuka posko-posko di setiap Kantor BPBD kabupaten untuk menampung bantuan dari masyarakat yang akan disalurkan ke daerah bencana,” pungkasnya.

Diakhir wawancara, dirinya mengharapkan kepada masyarakat di daerah bencana untuk tetap waspada karena dikhawatirkan ada banjir susulan. (Ibnu/Rd)

About Admin

Check Also

Penutupan Tempat Ibadah GKPS Purwakarta Dikarenakan Tak Berijin

Purwakarta, detikborneo,com -Penutupan tempat ibadah jelang tahun politik makin masiv setelah terjadi di Lampung, Lumajang …

Keren Alue Dohong Akan Memfasilitasi Anggota TBBR Menjadi Bagian Penjaga Hutan Di Kementerian LHK

Toho Kab Mempawah, detikborneo.com – Peringatan Hari Ulang Tahun Keramat Patih Patinggi yang dilaksanakan dari …

Dua Maestro Dayak, Bidang Musik Sape Dan Gitar Memeriahkan Hari Musik Nasional 2023 Di Jakarta

Poto: Fery Sape, Lawadi Nusah (Sekum DAD DKI Jakarta) Dan Eet Sjahranie Jakarta, detikborneo.com -Hari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *