Home / Spiritual / Natal Oikumene di Pontianak Khotbah Namsi Beri Pesan Yang Punya Jabatan Dalam Melayani Masyarakat, Jangan Sakiti Orang Lemah

Natal Oikumene di Pontianak Khotbah Namsi Beri Pesan Yang Punya Jabatan Dalam Melayani Masyarakat, Jangan Sakiti Orang Lemah

Pontianak, detikborneo.com –  Perayaan Natal Oikumene yang dilaksanakan di Rumah Radakng, Kota Pontianak, Kalimantan Barat berjalan sukses pada Jumat (5/1/2024).

Hadir juga Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas, PJ Gubernur Kalimantan Barat Harisson para pejabat serta tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan ini, Yaqut Cholil menyebutkan bahwa sesama manusia meskipun memiliki kepercayaan yang berbeda-beda harus tetap menjaga kerukunan antar umat beragama. Sehingga tali persaudaraan di antara umat beragama tetap terjaga tanpa adanya hambatan.

BACA JUGA :Cornelis Rayakan Misa Malam Natal di Desa Amboyo Selatan

“Tidak boleh ada hambatan persaudaraan di antara kita meskipun kita berbeda agama dan keyakinan,” ujarnya.

Apalagi bagi dirinya yang beragama Islam, Yaqut Cholil menegaskan tidak ada sedikitpun alasan bagi yang muslim untuk tidak bersaudara dengan umat Kristiani. Kemudian dengan adanya perayaan Natal ini, Yaqut Cholil mengatakan sangat senang melihat warga Kalbar yang antusias.

“Saya senang warga kalbar khususnya umat Kristiani, umat Khatolik, umat Kristen, merayakan Natal. Kegembiraan saya lihat terpancar di wajah warga Kalbar,” ungkapnya.

BACA JUGA :Sambut Natal dan Tahun Baru, Indosat Tingkatkan Kapasitas Jaringan di 88 titik Di Jabodetabek

Dalam khutbah nya Dr. Andersius Namsi, P. Hd sampaikan Janjikan Allah agar kita tidak takut dalam menghadapi situasi yang sulit saat ini, ada perkara yang luar biasa Tuhan berikan untuk bisa menghubungkan kekuatan daripada Surga dan bumi ini, agar berkat dari surga bisa turun ke dunia ini, baik sebagai bangsa baik sebagai rakyat biasa.

Agar kemuliaan Allah nyata di kehidupan di dunia ini.
Kehadiran Yesus Kristus anak Allah ini menggenapi.

“Kehadiran Yesus dalam kita peringati natal ini untuk meyatakan kemuliaan dari pada Allah itu sempurna melalui kehidupan orang yang menerima nya dan orang yang percaya kepadaNya” terang Namsi.

Dikatakan Namsi, Gereja tidak boleh hanya mengatakan damai di berikan tapi sejahtera umat di abaikan.
Sebab tanpa kesejahteran damai itu tidak kongkrit. Dan jangan mencuri kemuliaan dari Allah dalam setiap tugas yang kita embani.

BACA JUGA :Kemeriahan Natal GBI Bethel Citi Church (BCC) Dengan Drama yang Mengharukan

“Mari kita jangan mencuri kemuliaan dari Allah, apapun tugas dan jabatan kita di dunia ini. Pesan saya dalam peristiwa natal yang adalah ketika berita Dami natal disampaikan di tujukan kepada gembala yang tidak punya pangkat politik ekonomi, mereka adalah orang-orang terendah, orang akar rumput, tetapi merekalah yang dihampiri dan dilawat Allah dan peristiwa natal ini.

“Apabila kita memiliki jabatan kedudukan dan pangkat, untuk melayani masyarakat jangan kita menyakiti orang-orang yang di akar rumput karena Tuhan ternyata melawat dan menjaga orang orang yang lemah” tutup Namsi. (Rd)

detikborneo

About detikborneo

Check Also

Ultah Lim Pak Kung Kung Sukses, Antusias Warga Membeludak Menghadiri dan Saksikan Ritual

Jakarta, detikborneo.com – Masyarakat tumpah ruah di Vihara Lim Pak Kung yang terletak di Jl. …

Penuhi Panggilan DAD Jakarta, Rustono ‘Dewa Datuk’ Beri Klarifikasi dan Minta Maaf kepada Masyarat Dayak

Jakarta, detikborneo.com – Perkumpulan ‘Dewa Datuk’ yang di ketuai Rustono penuhi panggilan Dewan Adat Dayak …

Buntut Selalu Tampil Ciri Khas ‘Dayak’ serta Tak Sesuai Ritual, Akhirnya ‘Dewa Datuk’ di Panggil DAD Jakarta

Jakarta, detikborneo.com – Setelah viral beberapa waktu lalu mendapat pro dan kontra dari masyarakat Dayak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *